,

Peringati Tsunami, Nelayan Tidak Meluat Dua Hari

TAPAKTUAN – Memperingati 12 tahun musibah tsunami, nelayan tidak melaut selama dua hari. Hal itu sesuai dengan instruksi Panglima Laot Lhok di berbagai wilayah di Aceh.

Seperti di Aceh Selatan, Panglima Laot Lhok Aceh Selatan, Tgk M Jamil mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh nelayan di daerah itu agar tidak pergi melaut selama dua hari Senin dan Selasa, 26-27 Desember 2016.

“Instruksi ini rutin kami sampaikan setiap tahun untuk menghormati arwah ribuan masyarakat Aceh yang menjadi korban dalam tragedi bencana tsunami. Bahkan keputusan pelarangan melaut saat peringatan tsunami juga berlaku bagi nelayan seluruh Aceh berdasarkan instruksi Panglima Laot Provinsi Aceh,” kata Tgk M Jamil saat dihubungi di Tapaktuan, Senin, 26 Desember 2016.

Menurutnya, larangan melaut yang disertai sanksi tegas bagi setiap nelayan yang melanggar tersebut, dipatuhi dan ditaati dengan baik oleh nelayan setempat. Hal itu terlihat dengan tidak ada satu orang pun nelayan yang nekad pergi melaut. Boat-boat besar dan kecil maupun perahu sampan milik nelayan tradisional seluruhnya terlihat ditambatkan di dermaga PPI atau di pinggir laut.

Sebagian nelayan ada yang memanfaatkan kesempatan tidak melaut tersebut untuk memperbaiki alat tangkap seperti kail dan jaring serta ada juga yang membersihkan boat maupun perahu sampan miliknya. Langkah itu dilakukan sambil menunggu tibanya waktu peringatan tsunami tahun 2016 yang diselenggarakan Pemkab Aceh Selatan bekerjasama dengan Panglima Laot pada Senin malam, 26 Desember 2016.

Tgk M Jamil mengatakan berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Bupati HT Sama Indra, Sekda H Nasjuddin dan Asisten Perekonomian Setdakab Zaini Bakri, peringatan 12 tahun tsunami di Aceh Selatan akan di pusatkan di Taman Sahara, Desa Keude Meukek tempat berlangsungnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-33.

Peringatan 12 tahun tsunami diisi dengan doa bersama untuk para arwah korban bencana alam tersebut. Doa bersama yang di ikuti ratusan nelayan dari Kecamatan Meukek dan dari laur Meukek termasuk masyarakat luas tersebut dipimpin langsung pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Jadid, Desa Kuta Baro Tgk Jazuri Syam.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *