,

Perbaikan Irigasi Pante Lhong Sudah Sangat Mendesak

BIREUEN – Kerusakan beberapa saluran primer irigasi Pante Lhong, Peusangan, Bireuen telah menyebabkan 6.500 hektar sawah warga di 8 kecamatan gagal panen 2 kali. Perbaikan irigasi tersebut dinilai sudah sangat mendesak. Komisi V DPR RI juga sudah melakukan peninjauan ke sana saat Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik ke Bireuen, Jumat, 12 Januari 2017 kemarin.

Anggota Komisi V DPR RI, H Firmandez mengaku prihatin dengan kondisi irigasi Pante Lhong tersebut. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Kepala Balai Sungai Wilayah 1 Sumatera, selaku mitra kerja Komisi V DPR RI agar memberikan perhatian khusus untuk renovasi irigasi Pante Lhong.

“Kita sampaikan bagaimana kondisi yang sebenarnya. Kita berharap segera diperbaiki, kalau dibiarkan, nanti kerusakannya akan bertambah parah. Kalau sempat jebol, maka itu akan menyebabkan banjir sampai ke Bireuen,” jelas anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI ini melanjutkan, perbaikan saluran irigasi Pante Lhong juga penting untuk menjamin produksi pangan di negeri Jeumpa tersebut. Sekitar 6.500 hektare lebih sawah di kawasan itu akan kembali produktif bila ketersediaan air tercukupi.

“Sebenarnya soal debid air dari irigasi Pante Lhong tidak masalah, cukup dan mampu mengaliri 6.500 hektar sawah itu. Masalahnya adalah pada saluran irigasinya yang perlu diperbaiki. Irigasi itu dibangun sekitar tahun 1990-an, jadi wajar sekarang ada kerusakan dalam waktu yang sekian lama. Makanya kita minta pemerintah melalui Kementerian PUPR dan Balai Sungai Wilayah 1 Sumatera untuk segera memperbaikinya,” lanjut H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, akibat tak optimalnya suplay air dari irigasi Pante Lhong ke persawahan, menyebabkan petani gagal panen hingga dua kali. Kerugian yang dialami petani selama 2 kali gagal panen mencapai Rp 200 miliar.

“Saya bersama kawan-kawan di Komisi V DPR RI akan membicarakan hal ini nantinya di Jakarta dengan pihak kementerian. Kita upayakan ada alokasi anggaran dalam tahun 2019 untuk perbaikan irigasi Pante Lhong. Selama ini kan cuma ditalangi oleh pemerintah daerah sesuai kemampuan anggaran, itu tidak maksimal. Optimalisasi irgasi Pante Lhong butuh dana besar, maka kita minta pemerintah pusat untuk menanggulanginya, ini kewajiban pemerintah pusat,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *