,

Perambahan Hutan Lindung Badak Uken Semakin Marak

BLANGKEJEREN – Aparat kepolisian bersama jurnalis dan aktivis lingkungan melakukan patrol ke hutan lindung Badak Uken, Sabtu, 14 Apri 2018. Hasilnya ditemukan terjadi perambahan lebih 50 hektar.

Dalam patroli yang dipimpin Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman itu, juga ikut serta bersama Wakapolres Kompol Budi Darma, Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama, tiga orang dari Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BPKPH), dan empat orang jurnalis.

Tim bergerak dengan menggunaan sepeda motor trail dan satu mobil patoli. Tim yang berjumlah 30 orang itu pertama sampai di desa Blangtemung sebelum naik gunung. Sembari bercerita dengan warga, Kapolres menyampaikan maksut dan tujuan kedatanganya kewilayah itu. “Kami datang ke sini untuk melihat kawasan hutan lindung, apakah benar banyak yang ditebang atau tidak,” katanya kepada warga.

Tim kemudian naik gunung tepat di atas pemukiman penduduk sampai ke jalan setapak buntu di tenggah hutan. Pemandangan kusampun terlihat jelas di kanan kiri badan jalan yang dibuka masyarakat, hutan yang sebelumnya sangat rimbun sudah ditebanggi, ada yang baru menebang, ada yang lagi membakar hasil rambahan, dan ada juga yang sudah ditanami serai wangi. “Kita akan menindak pelaku penebang hutan lindung ini,” tegas Kapolres.

Amrin salah satu warga Badak Uken yang mengaku mantan Sekretaris Desa mengatakan, kebanyakan warga berkebun di tanah Hutan Penggunaan Areal Lain (HPL), namun karena keterbatasan lahan, sebagian warga terpaksa berkebun di kawasan hutan lindung.

“Kami warga disini ada 170 Kepala Keluarga (KK), rata-rata memiliki satu hektar kebun serai wangi, jadi karena tanah kebun terbatas, wargapun sebagian naik ke gunung membuka lahan di hutan lindung,” jelasnya.

Sementara Kepala Bagian Kesatuan Pengolaan Hutan (BPKH) Muhamamd Ali memperkirakan ada sekitar 50 hektar kawasan hutan lindung yang sudah ditebang warga, padahal selain sudah dilakukan sosialisasi serta menyurati kepala desa terkait batas hutan, pihaknya juga sudah membuat tanda batas dibeberapa titik. Pihaknya menghimbau agar masyarakat mematuhi peraturan dan tak lagi menebang hutan lindung.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *