,

Perambahan Hutan di Pining Meluas

BLANGKEJEREN – Perambahan hutan di kawasan lintasan Pining, Gayo Lues menuju Lokop Serba Jadi, Aceh Timur semakin meluas. Perambahan dilakukan warga untuk perkebunan coklat, sawit, karet, pinang dan berbagai komoditi lainnya.

Sudin, warga Pining menjelaskan, masyarakat di sana terpaksa membuka lahan ke lintas jalan Pining Lokop karena tidak ada lahan lagi yang bisa ditanami di seputaran Blangkejeren, terlebih lagi, saat ini harga tanah sangat tinggi.

“Kami tidak memiliki tanah di seputaran Blangkejeren, sedangkan keahlian saya hanya berkebun, makanya saya membuka kebun di sini supaya nantinya bisa menyekolahkan anak-anak hingga keperguruan tinggi dan mendapat pangkat,” katanya.

Dilanjutkan Sudin, dirinya mengaku tidak tahu apakah lahan yang dibukanya itu merupakan hutan lindung atau bukan, yang jelas, untuk memenuhi kebutuhan perut harus berkebun supaya tidak kelaparan.

“Sangat sulit sekarang ini mendapatkan pekerjaan di Blangkejeren, apalagi seperti saya yang tidak tamat SMP, yang sudah lulus sarjana saja banyak yang menarik becak, sepertinya lebih menguntungkan kalau berkebun saja, nanti saat sudah tua hasilnya masih bisa dipetik,” ujaranya polos.

Sebelum jalan lintas Pining Lokop bisa dilintasi kendaraan roda empat, masyarakat enggan membuka kebun di daerah tersebut karena sangat susah membawa hasil pertanian dan perkebunan ke kota Blangkejeren maupun ke kota Aceh Timur, tetapi dengan bisanya dilintasi kendaraan roda empat, warga mulai berduyun-duyun memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *