,

Penyaluran Raskin 9 Tahun Tidak Tepat Sasaran

BLANGKEJEREN – Penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Gayo Lues sudah Sembilan tahun tidak tepat sasaran. Banyak desa membagi rata beras gratis dari pemerintah tersebut.

Hal itu diungkapkan Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasyim, Kamis, 9 Juni 2016 saat pembagian raskin di Kecamatan Blangpeugayon. Orang nomor satu di negeri seribu bukit itu menjelaskan, jumlah penerima raskin di Gayo Lues ada 7.514 Kepala Keluarga.

“Sejak Januari hingga Juni 2016 ini, baru di Blangpeugayon raskin disalurkan. Ini dikarenakan pemerintah perlu ferivikasi agar raskin tepat sasaran. Sudah Sembilan tahun pembagian raskin di Gayo Lues tidak tepat sasaran, banyak desa yang membagi rata kaya miskin, padahal beras ini hanya untuk masyarakat miskin,” jelasnya.

Selama Sembilan tahun terakhir kata Ibnu Hasim, bermacam persoalan yang terjadi membuat penyaluran raskin tidak tepat sasaran, seperti dinaikannya biaya penebusan, pembagian tidak tepat, serta pendataan yang dilakukan kepala desa masuk kedalam katagori politik.

“Bukan saja penyaluran raskin, masih banyak macam bantuan di Gayo Lues tidak tepat sasaran karena persoalan pendataan dari desa, untuk itu ke depan, marilah kita jadikan kesalahan ini untuk menjadikan bantuan itu tepat sasaran, jagan mengulangi lagi yang sudag-sudah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekdakab Gayo Lues, H Thalib S.Sos mengatakan dari sebelas kecamatan yang ada di Gayo Lues baru Kecamatan Blangpegayon yang rampung data penerima raskin, sedangkan kecamatan lainya masih belum.

“Kita tegaskan kepada camat, bahwa data akuratnya harus dibulan ini disiapkan, dan langsung disalurkan beras raskin, bagi yang tidak bisa menyiapkannya, nanti akan malu sendiri, jadi apa saja pekerjaanya selama ini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi Syamsul Bahri, menjelaskan keterlambatan penyaluran beras raskin gratis ini terjadi karena Pemkab Gayo Lues ingin mengratiskan beras raskin dari biaya penebusan, dan melakukan ferivikasi penerima dengan benar.

“Raskin ini tidak boleh lagi dibagi rata, penerimanya harus yang benar-benar miskin, dan penerimanya juga diseleksi berdasarkan hasil musyawarah di desa,” katanya.

Sementara itu Camat Pantan Cuaca, Husen mengatakan, keterlambatan data dari kecamatan disebabkan lambatnya informasi yang diberikan kepada masing-masing camat, sehingga datanya harus menunggu waktu hingga satu minggu ke depan.

“Pendataan penerima beras raskin gratis ini baru kami ketahui sejak seminggu yang lalu, dan langsung kami kerjakan, mungkin minggu depan sudah siap. Kalau untuk Kecamatan Blanpegayon sudah sejak sebulan lalu mereka siapkan, sedangkan kami tidak ada informasi waktu itu, makanya terjadi keterlambatan pendataan,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Camat Blangpeugayon, Mutia Khatmi, menurutnya saat melakukan pendataan ada suka dan dukanya, sebab, ada orang kaya tetap ngotot ingin mendapatkan bantuan beras raskin, tetapi ada juga orang yang layak menerima raskin malah mengiklaskan agar diberikan kepada orang lain supaya tidak terajadi keributan.

Kepala Gudang Bulog Gayo Lues, Junaidi Abdillah menjelaskan, penyaluran raskin untuk warga Blangpegayon sudah direncanakan sejak dua bulan dulu. “Untuk Kecamatan Blangpegayon, jumlah penerima raskin mencapai 386 KK dengan jumlah per KK 15 Kg per bulan, jadi beras yang sudah terambil dari gudang Bulog baru sekitar 11 Ton, karena baru di sini penyaluran perdananya,” ungkapnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *