,

Penumpang Telantar di Pelabuhan Labuhanhaji Mulai Diserang Penyakit

LABUHANHAJI – Puluhan penumpang tujuan Pulau Simeulue yang menumpuk di Pelabuhan Labuhanhaji sejak empat hari lalu, mulai diserang penyakit, satu orang diantaranya terpaksa harus dirujuk ke Puskesmas Labuhanhaji.

Kepala Kesehatan Pelabuhan Labuhanhaji, Bahktiar, yang dihubungi dari Tapaktuan, Rabu, 20 Juli 2016 membenarkan bahwa dari sebanyak 300 lebih penumpang tujuan Pulau Simeulue, puluhan diantaranya telah mulai diserang penyakit.

Namun berdasarkan hasil diagnosa pihaknya, mayoritas penumpang yang terserang penyakit tersebut umumnya hanya gejala flu dan batuk serta demam ringan, sehingga terhadap para penumpang tersebut cukup ditangani dengan cara dibagikan obat-obatan.

“Hanya satu orang penumpang yang terpaksa harus dirujuk ke Puskesmas karena kondisi fisiknya sudah menurun pasca diserang demam tinggi, hasil diagnosa sementara penumpang tersebut ada gejala penyakit tipes,” jelas Bakhtiar.

Petugas kesehatan pelabuhan terus memantau dan melakukan pengecekan kesehatan para penumpang secara berkelanjutan, sejak terjadi pembatalan keberangkatan kapal feri tujuan Pulau Simeulue karena sedang dilanda cuaca ekstrem.

Persoalan lainnya, pembatalan keberangkatan feri ke Simeulue sejal, Senin, 18 Juli 2016 juga mengakibatkan para penumpang terancam kelaparan karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidup selama berada di pelabuhan Labuhanhaji.

“Jika para penumpang tersebut terus bertahan ditempat penampungan sementara Pelabuhan Labuhanhaji dengan ketersediaan tempat penginapan seadanya, maka dikhawatirkan akan terus bertambah para penumpang diserang penyakit,” ungkap Ali Zamzami, warga Labuhanhaji.

Selain penumpang, sambung Ali Zamzami, para sopir mobil angkutan barang juga mengeluhkan kondisi tersebut karena bahan sembako yang diangkut bakal terancam membusuk.

Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Labuhanhaji, Yulmahendra, menyebutkan, akibat cuaca buruk yang sedang melanda perairan laut Aceh Selatan pihak ASDP memutuskan untuk membatalkan keberangkatan Kapal Feri KM Labuhanhaji sejak Senin, 18 Juli 2016.

“Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak BMKG tinggi gelombang laut di perairan Aceh Selatan mencapai 5 hingga 6 meter, kondisi itu sangat berbahaya terhadap pelayaran kapal,” tegasnya.

Dia menyebutkan, dalam rentang waktu sejak Senin hingga Rabu, 18-20 Juli 2016, jumlah penumpang yang mengantre di Pelabuhan Labuhanhaji tujuan Pulau Simeulue mencapai 300 orang. Dari 300 orang tersebut sekitar 100 orang diantaranya memilih tinggal di tempat penampungan Pelabuhan, sedangkan 200 orang lagi memilih tinggal di beberapa tempat di sekitar wilayah Labuhanhaji serta Aceh Barat Daya (Abdya).

Dampak dari pembatalan keberangkatan feri tersebut juga mengakibatkan 150 unit kendaraan doa dua serta 40 unit kendaraan roda empat menumpuk di lokasi pelabuhan.

“Kami bersama pihak ASDP telah menjadwalkan ulang keberangkatan kapal feri tujuan Pulau Simeulue pada Kamis dan Jumat (21-22/7) malam untuk mengangkut para penumpang dan kendaraan secara bertahap karena tidak mungkin lagi diangkut secara sekaligus dalam satu kali pelayaran. Namun langkah itu baru akan dilakukan jika kondisi cuaca sudah membaik,” tegas Yulmahendra. [Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *