Pengusaha India Diajak Investasi ke Gayo

0
146

BLANGKEJEREN – Pengusaha dari India yang tergabung dalam Mahindra Group diajak berinvestasi ke daerah dataran tinggi Gayo, Aceh. Daerah yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah itu memiliki banyak potensi untuk dikembangkan.

Ajakan berinvestasi ke Gayo tersebut disampaikan saat rapat penerimaan kunjungan delegasi Mahindra Group yang ingin mengetahui regulasi dan peluang investasi berbagai sektor di Indonesia, khususnya ke Provinsi Aceh dan Provinsi Jawa Barat yang difasilitasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tanggal 23 Januari 2019 yang lalu.

Hal itu disampaikan Yusradi Usman al-Gayoni, Anggota Tim Pengembangan Gayo-Alas dan GAMIFest Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Jumat, 1 Januari 2019.

“Dari sebelas sektor investasi dari Mahindra Group, yang paling revelan yaitu agribisnis. Dan seperti kita ketahui, di Gayo kita punya kopi yang sudah mendunia, Terpentin, Serai Wangi, Tebu, dan berpotensi pula dikembangkan jernang,” katanya.

Daerah dataran tinggi gayo juga kata Yusradi sangat terkenal sebagai daerah penghasil holtikultura di Aceh dan bersifat organik. Bahkan, bisa diintegrasikan sekaligus dengan sektor perternakan dan sektor perikanan yang nantinya akan menguntungkan investor dan masyarakat setempat.

Di luar Mahindra Group lanjut Yusradi, investasi dari India lainnya juga bisa didorong masuk ke daerah gayo, “Masalah ini sempat dibahas dalam diskusi terbatas bersama Konsul Jenderal Ekonomi RI, KADIN, pengusaha India, dan dari Kesatuan Masyarakat Madani Indonesia selepas rapat penerimaan kunjungan delegasi Mahindra Group,” ujarnya.

Untuk mewujudkan investasi asing ke tanah gayo, ke depan tergantung bagaimana pemerintah kabupaten di Gayo memanpaatkan peluang ini, dan mulai dari sekarang, Pemerintah mesti menyiapkan kebutuhan dan data investasi di masing-masing kabupaten.

“Kebutuhan dan data investasi ini yang nantinya dipresentasikan kepada investor India lainnya. Bukan mereka (India) perlu apa, melainkan, dibalik. Kita (Gayo) butuh apa. Respon mereka sangat positif,” katanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here