,

Pengurus Koperasi Tidak Kenal Calon Penerima Boat Bantuan Kementerian

TAPAKTUAN – Ketua Koperasi Nelayan Rahmat Sejahtera Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan, Darmin merasa keberatan dengan kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat menempatkan beberapa nama nelayan calon penerima boat bantuan sejak tahun 2016 lalu mengatasnamakan pengurus koperasinya.

Sementara disisi lain, kata Darmin, pihaknya selaku pengelola koperasi sama sekali tidak tahu atau tidak kenal dengan nama-nama nelayan calon penerima boat bantuan ukuran 5 hingga 10 GT dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Saya benar-benar bingung dengan kebijakan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, sebab jatah boat bantuan untuk kami berubah-ubah. Dari sebelumnya 6 unit menjadi 4 unit pada tahun 2016, tapi itupun nihil tidak jadi direalisasikan. Kemudian yang anehnya lagi, pada tahun 2017 katanya kembali diusulkan tapi anehnya jatah untuk koperasi kami tinggal satu unit, selebihnya untuk calon penerima dari kecamatan lain yang orang-orangnya sama sekali tidak saya kenal,” kata Darmin, Jumat 31 Maret 2017.

Pihaknya, sambung Darmin, merasa terbebani atas keputusan pihak dinas yang menempatkan nama-nama calon penerima boat bantuan mengatasnamakan koperasi nelayan miliknya. Sebab, disamping merugikan lembaganya yang selama ini rutin membayar pajak ke negara namun semudahnya dimanfaatkan oleh pihak lain demi mendapatkan boat bantuan. Ia juga mengkhawatirkan koperasi yang dipimpinnya akan terbawa-bawa atau terseret-seret jika sewaktu-waktu oknum penerima boat bantuan dimaksud berkasus hukum.

“Saya khawatir, orang yang mengambil manfaat koperasi kami yang terjerat kasus. Padahal selama ini kami bersama para anggota sangat mematuhi aturan. Pajak ke negara rutin kami bayar. Para anggota koperasi kamipun sudah mulai bertanya-tanya kepada saya, kenapa jatah boat bantuan untuk kami tinggal satu itupun atas nama pribadi saya sedangkan sebelumnya enam unit. Ditambah lagi persoalan nama-nama calon penerima boat bantuan yang tidak kami kenal tapi tiba-tiba sudah dimasukkan atas nama koperasi kami,” ungkap Darmin.

Karena itu, Darmin meminta kepada pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan agar memperjelas duduk persoalan yang sebenarnya, sehingga jika sewaktu-waktu berkasus hukum tidak mengorbankan koperasi yang sudah susah payah didirikan pihaknya.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *