,

Pengembangan PLTD Kota Fajar Sangat Mendesak

KOTA FAJAR – Pegembangan dan penambahan mesin untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kota Fajar sangat mendesak untuk dilakukan. Kalau rencana itu gagal, maka suplay arus untuk masyarakat di sana harus dilakukan melalui PLTD Sidikalang, Sumatera Utara. Arusnya juga tidak akan stabil.

Penjelasan itu disampaikan Manager PLN Rayon Kota Fajar, Julfan menanggapi munculnya penolakan dari masyarakat Desa Jambo Manyang, Kluet Utara, Aceh Selatan terhadap rencana pengembangan dan penambahan 11 unit mesin PLTD Kota Fajar dengan alasan kebisingan dan polusi udara.

“Program pengembangan PLTD tersebut sifatnya sangat mendesak. Sebab keberadaan mesin yang ada sekarang ini statusnya pinjam pakai atau sewa kepada pihak ketiga bukan milik PT PLN secara resmi. Berhubung masa sewa akan berakhir pada akhir Desember 2016 ini, maka PT PLN wilayah Aceh memutuskan akan mengadakan mesin baru sebanyak 11 unit. Namun untuk pemasangannya memerlukan perluasan lahan bangunan,” ungkapnya.
 
Dia mengakui bahwa terkait rencana perluasan areal PLTD Kota Fajar tersebut telah timbul pro dan kontra di internal masyarakat Desa Jambo Manyang. Pihaknya, kata Julfan, tidak akan memaksa kehendak melakukan perluasan PLTD jika masyarakat setempat benar-benar menolak rencana itu.
 
“Masyarakat setempat memang telah pernah menemui kami menyampaikan penolakan atas rencana itu. Kami sudah jelaskan bahwa rencana perluasan areal PLTD tersebut masih 50 persen, jadi jika masyarakat benar-benar menolaknya maka kami bisa saja membatalkannya,” tegas Julfan.
 
Namun, sambung Julfan, jika rencana perluasan PLTD tersebut gagal dilaksanakan maka suplai arus PLN untuk wilayah rayon Kota Fajar mulai dari Kecamatan Pasie Raja hingga Trumon Timur terpaksa harus dipasok dari PLTD Sidikalang, Sumatera Utara. Jika hal itu sampai terjadi maka pasokan listrik untuk masyarakat setempat akan kembali seperti tahun 1980-an silam.
 
“Kami memperkirakan jika suplai arus listrik dari Sidikalang, maka kita akan mengalami kekurangan arus listrik, sebab selain daya listrik yang ada tidak cukup karena arus yang ada merupakan tegangan ujung, juga kebutuhan daya konsumen terus meningkat seiring semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dan  ekonomi. Jika kondisi ini sampai terjadi maka jangan heran jika daya listrik nantinya akan sering drop atau padam,” paparnya.
 
Padahal, kata dia, jika perluasan PLTD tersebut bisa terwujud maka suplai arus listrik di wilayah rayon Kota Fajar akan mengalami penambahan sebanyak 8 MW yang dihasilkan dari 11 unit mesin pembangkit yang baru. Penambahan daya ini diperkirakan akan mampu menutupi kebutuhan daya listik selama ini, khususnya saat beban puncak mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB setiap harinya.
 
Sebab, dengan kekuatan mesin berstatus sewa pada pembangkit sebelumnya yang hanya mampu menghasilan daya sebanyak 6 MW, pada saat beban puncak setiap harinya selalu mengalami kekurangan daya sekitar 100 KW.
 
“Sebenarnya kita sangat membutuhkan penambahan 11 unit mesin baru yang langsung dibeli PT PLN bukan status sewa lagi. Sebab seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan peningkatan ekonomi masyarakat, kebutuhan daya listrik terus meningkat. Namun demikian, keputusan akhirnya kembali kepada masyarakat, masyarakatlah yang berhak mengambil keputusan,” pungkasnya.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *