,

Pengambil Peluang

Dalam bisnis, terlalu banyak pertimbangan membuat langkah tak akan pernah bergerak. Hanya pengambil peluang yang baik yang bisa sukses.

Kebanyakan orang menganggap susah menjadi entrepreneur, anggapan susah itulah yang sebenanya melahirkan kesusahan itu sendiri. Tulisan ini lahir dari sebuah slide Menjadi Entrepreneur sebuah pengalaman Hikmat Kurnia, pendiri kelompok agromedia.

Irwanto Harun
Irwanto Harun

Hikmat berkata, hidup bukan mengenai menunggu hujan reda dan berlalu, tapi bagaimana belajar menari di tengah hujan. Kemudian ia melanjutkan, dari pada hanya berharap malam akan segera terang, lebih baik menyalakan lilin supaya tidak kegelapan.

15 tahun lalu, Hikmat telah mengambil langkah nekat. Kenekatan yang membawanya pada kesuksesan yang luar biasa. Ya, 15 tahun lalu dia mengawali usahanya hanya dengan satu orang karyawan, dengan modal terbatas di sebuah rumah tipe 45. Nama perusahaannya tidak dikenal, ia hanya mampu menghasilkan 3 judul buku per bulan.

Bandingkan dengan sekarang, Hikmat memiliki lebih 1.000 karyawan, 27 penerbit, 6 distributor buku, percetakan, property, otomotif, dan lain-lain. Usahnya kini memiliki 13 cabang, mampu menghasilkan 100 judul buku dan 1,3 juta eksemplar per bulan.

Hikmat mengajarkan tentang karakter entrepreneur yang action oriented, see and do, serta challenge. Seorang entrepreneur juga harus simple mind, menyelesaikan masalah setahap demi setahap. Ia juga harus mencari peluang baru, karena meraih keuntungan bukan saja dari bisnis atau produk baru, melainkan dengan cara-cara baru.

Selain itu adalah mengejar peluang dengan disiplin tinggi, penuh gagasan brilian dan inovasi yang dibangun dari bawah dan disusun mata rantai nilainya. Karena sukses adalah fungsi dari keberhasilan memilih, maka hanya pengambil peluang yang baik yang berhasil.

Entrepreneur itu bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pola pikir (mindset) yang terdiri dari kerja keras, sikap hidup, optimis, inovatif, kreatif, serta leadership. Sebenarnya, berwirausaha itu juga sebuah seni bersahabat dengan ketidakpastian, sebab sebuah usaha selalu dihadapkan dengan resiko dan ketidakpastian.

Untuk menyiasatinya, maka berusahalah dari bidang yang Anda tahu dan kuasai. Kemudian optimalkan kekuatan dan potensi yang Anda miliki. Kenali kesempatan dan manfaatkan sumber daya yang ada. Jangan pernah takut gagal atau salah.

Mengakhiri tulisan ini, kita cermati apa yang dikatakan Buya Hamka, “Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh.” Maka dari itu, jangan pernah takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanya orang-orang yang tak pernah melangkah. Orang Bugis berkata, “Tidak ada pelaut ulung di lautan tenang.” Sekarang, mari melangkah.[]

Written by Irwanto Harun

Irwanto Harun

Pemimpin Umum website http://teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *