,

Pengadaan Tanah Terminal Labuhanhaji Sesuai Prosedur

TAPAKTUAN – Enam saksi yang dihadirkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Rabu, 25 Januari 2016 menyatakan pengadaan tanah untuk terminal labuhan haji sudah sesuai prosedur. Sementara satu saksi tidak hadir karena sakit.

Keenam saksi tersebut adalah Rheka Rosana Dewi, Bendahara Pembantu Pengadaan Tanah Terminal Labuhanhaji tahun 2010 dan Yulinar Bendahara Pembantu Pengadaan Tanah tahun 2011. Selanjutnya Hendrisal Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Nesal Putra ST anggota tim penilai harga tanah yang juga Kepala Bidang Program Dinas Pekerjaan Umum, H Idris Bendahara Pengeluaran Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) yang juga Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD). Sementara satu saksi atas nama Syarifah Lismadia anggota penilai harga tanah tidak hadir ke persidangan karena sakit yang dibuktikan dengan surat dokter.

Para saksi tersebut dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Terminal Tipe C Labuhanhaji dengan terdakwa Tio Achriyat Mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infomatika Aceh Selatan. Sidang dipimpin hakim ketua Nurmiati SH dan hakim anggota masing-masing Supriadi SH MH dan Fathan Riadi SH MH.

Keenam saksi yang memberikan keterangan secara terpisah dibawah sumpah tersebut, seluruhnya memastikan bahwa proses pencairan anggaran pengadaan tanah terminal Tipe C Labuhanhaji sudah sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Rheka Rosana Dewi mengungkapkan, proses pencairan anggaran pengadaan tanah terminal Labuhanhaji tahap pertama sumber APBK tahun 2010 sebesar Rp 635 juta lebih diawali dari penyiapan dokumen sebagai syarat untuk mengusulkan pencairan anggaran ke DPKKD.

Setelah dokumen tersebut dinyatakan lengkap selanjutnya saksi membuat Surat Perintah Membayar (SPM) setelah ditandatangani oleh Pengguna Anggaran (Mantan Sekretaris Daerah Aceh Selatan H Harmaini), baru selanjutnya diteruskan ke DPKKD. “Usulan pencairan anggaran tersebut baru kami ajukan ke DPKKD, setelah semua dokumen sebagai syarat membuat SPM dinyatakan sudah lengkap,” jelasnya.

Penegasan senada juga disampaikan saksi Hendrisal yang bertindak sebagai PPTK dan Kepala Sekretariat Panitia Pengadaan Tanah. “Sepengetahuan saya, panitia sudah bekerja sesuai SK Bupati dan sekarang tanah tersebut sudah menjadi aset daerah,” tegasnya.

Menurur Hendrisal, yang pertama kali mengusulkan penawaran harga tanah dalam rapat yang berlangsung pada 15 Juli 2010 adalah pemilik tanah yakni Kafrawi nilainya Rp 90.000/meter.

Selain pemilik tanah, lanjut Hendrisal, beberapa anggota tim pengadaan tanah yang lain juga turut mengusulkan penawaran harga sebesar Rp 70.000/meter termasuk terdakwa Tio Achriyat sendiri sebagai anggota tim pengadaan tanah juga turut mengusulkan Rp 68.000/meter.

Menanggapi hal itu kuasa hukum Tio Achriyat, Rasmita Sembiring mengatakan dengan demikian, telah terbukti bahwa dalam rapat tersebut ada terjadi negosiasi harga tanah dari seluruh peserta yang hadir, yang kemudian akhirnya disepakatilah nilai tanah tersebut sebesar Rp 69.000/meter.

Saksi lainnya H Idris mengungkapkan, usulan yang diajukan oleh PPTK dalam pencairan anggaran pembebasan tanah sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. “Bahwa sepengetahuan saya selaku Kuasa Bendahara Umum Daerah, usulan yang diajukan oleh PPTK untuk pembebasan tanah tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan jika belum lengkap dan tidak sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku, maka tidak mungkin kami cairkan anggarannya dan setiap tanah yang dibeli oleh pemerintah daerah dinyatakan telah selesai maka secara otomatis telah tercatat didalam inventaris aset daerah,” tegasnya.

Selanjutnya, saksi Nesal Putra, ST dalam persidangan menjelaskan bahwa dirinya saat pelaksanaan pembebesan tanah untuk terminal Type C di Kecamatan Labuhanhaji tersebut hanya terlibat pada tahun 2011 yakni sebagai anggota Tim Penilai harga.

Menurut Nesal, tim bekerja secara kolektif dan terkait dengan penentuan ring harga yang ditetapkan oleh tim penilai harga tanah yaitu Rp. 45.000 sampai Rp. 100.000,- adalah berdasarkan dokumen dari kantor Camat Kecamatan Labuhanhaji dan hasil kerja tim di lapangan.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *