,

Pengadaan Bibit Pisang Aceh Selatan Jadi Sorotan

TAPAKTUAN – Proyek pengadaan bibit pisang di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Selatan belakangan menjadi sorotan. Pasalnya, selain diduga proyek itu milik kepala dinas, juga ditengarai tidak jelas juntrungannya.

Hal itu diungkapkan Koordinator Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan, Mayfendry. Ia mengungkapkan, berdasarkan penelusuran ke lapangan keberadaan bibit pisang itu tidak jelas, karena sudah mati. Kuat dugaan bibit tidak berkualitas.

“Proses pengadaan proyek ini patut diduga sarat persoalan. Karena hasil yang diterima masyarakat tidak jelas. Seharusnya daam jangka waktu sudah mencapai satu tahun lamanya sejak dibagikan seharusnya bibit pisang itu sudah besar dan sudah berproduksi,” ungkap Mayfendri di Tapaktuan, Jumat, 12 Mei 2017.

Mayfendri melanjutkan, berdasarkan informasi diperoleh pihaknya, pengadaan proyek bibit pisang tersebut merupakan proyek Kadis Pertanian dan Peternakan Aceh Selatan sehingga terkesan sangat tertutup ke publik.

“Pengadaan proyek ini sama halnya menghambur-hamburkan keuangan daerah. Sebab bibit pisang itu bukan kebutuhan mendesak di Aceh Selatan, masih ada hal lain lebih mendesak. Kasus ini harus diusut tuntas oleh penegak hukum,” pintanya.

Menanggapi hal itu, mantan Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Selatan, Ishaq menjelaskan proses pengadaan bibit pisang tersebut sudah sesuai spesifikasi yang tertera dalam kontrak. Sebelum bibit tersebut dibagikan kepada kelompok petani telah diperiksa oleh tim pemeriksa barang (PHO) Dinas Pertanian dan Peternakan.

Ishaq yang juga PPTK proyek tersebut menambahkan, pengadaan bibit pisang dalam beberapa jenis tersebut seluruhnya berjumlah 8.000 batang yang diterima oleh dua kelompok tani Kecamatan Samadua, satu kelompok tani Kecamatan Sawang, satu kelompok tani Kecamatan Labuhanhaji Barat dan satu kelompok tani Kecamatan Pasie Raja. Masing-masing kelompok tani tersebut menerima bibit pisang secara bervariasi yakni antara 1.000 hingga 1.500 batang.

Saat ditanya apa penyebab bibit pisang tersebut diduga sudah mati karena bibit yang dibagikan diduga tidak berkualitas? Ishaq kembali menyatakan bahwa terkait hal itu pihaknya belum mengetahuinya. Namun dia berjanji dalam waktu dekat ini akan memanggil pihak tim PHO dan kontraktor pelaksana untuk mempertanyakan kembali hal itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Selatan, Yulizar yang dikonfirmasi wartawan membantah tudingan yang menyebutkan proyek pengadaan bibit pisang tersebut merupakan proyek dia. “Kan jelas ada PPTK-nya dan juga ada perusahaan kontraktornya,” kata Yulizar.

Sedangkan terkait keberadaan bibit pisang dimaksud apakah benar-benar ada direalisasikan dilapangan, Yulizar meminta kepada wartawan agar melakukan proses pengecekan secara langsung di lapangan. “Silahkan anda cek sendiri di lapangan, bibit itu dibagikan di empat titik yakni di Kecamatan Samadua, Sawang, Labuhanhaji Barat dan Pasie Raja,” kata Yulizar. [HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *