,

Penebang Kayu Hutan Tewas Tertimpa Pohon

BLANGKEJEREN – Satu dari dua orang penebang kayu di daerah Atu Kapur dekat bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PTMH) Desa Perlak Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues tewas di tempat setelah tertimpa pohon yang ditebangnya sendiri. Kayu besar tersebut tumbang mengenai kepala, badan, kaki dan tangan korban.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti Ery Nurmansyah, Sabtu, 12 November mengatakan, korban bernama Seben Aman Anto (35), sedangkan rekannya Lahat aman Aldi (35) warga desa yang sama berhasil menghindar dari batang kayu yang tumbang, sehingga hanya mengalami luka ringan. “Kejadianya pada hari Kamis 10 November 2016 kemarin sekira pukul 15.00 WIB,” ungkapnya.

Korban dan rekannya berangkan sejak seminggu yang lalu menuju hutan untuk menebang kayu bahan bangunan menggunakan chinsaw, dan keduanyapun berhasil menebang beberapa pohon berukuran besar.

“Rupanya kayu yang ditebang tadi belum cukup, sehingga keduanya kembali melakukan penebangan kayu yang berukuran lebih kurang berdiameter 1,5 sampai 2 meter, setelah keliling ditebang, kayunya malah belum tumbang, sementara plat Chinsaw korban masih terjepit dibatang kayu tersebut dan tidak dapat diambil,” jelasnya.

Seben dan Lahat pun meninggalkan mesinya lengket di batang kayu besar tersebut, dan pulang menuju desa, karena adik kandung korban yang bernama Nira juga melangsungkan pernikahan pada hari Kamis 10 November kemarin.

Usai pesta berlangsung, kedua korban berangkat sekira pkl 07.30 WIB bersama rekannya yang lain yaitu Samat dan Sar yang juga berpasangan menebang kayu di lokasi yang sama di titik yang berbeda.

Setelah sampai di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, keduanya mencoba merebahkan kayu yang belum tumbang tersebut dengan cara menebang mengunakan kampak, namun sampai pukul 15.00 WIB usaha mereka belum berhasil, dan korban berencana untuk pulang.

Saat kedua korban berjalan meninggalkan kayu yang ditebang tersebut sekitar 40 meter, tiba-tiba kayu tersebut tumbang ke arah kedua korban, kejadin tersebut membuat korban tertimpa dahan bagian ujung kayu, dan Seben aman Anto (35) tertimpa di bagian kepala hingga kepalanya pecah, lengan kanan hingga patah, kedua paha juga patah dan remuk.

“Sementara Lahat aman Aldi (35) sempat melompat menjauh namun terkena di bagian kepala hingga luka dan memar, bagian bahu kanan luka memar, bagian pergelangan tangan kanan luka memar dan kedua kaki luka memar, korban yang selamat inilah memanggil manggil temannya yang tertimpa kayu tersebut, setelah tidak menjawab, korban berusaha mencari bantuan,” terangnya.

Setelah berjalan sekitar 300 meter, Lahat menjumpai Rasidin yang sedang membelah kayu degan chinsaw, dan langung menyampaikan berita yang dialaminya bersama rekanya yang hingga saat itu tidak mendegar saat dipanggil, setelah itu Rasidin juga menyampaikan kepada Samat dan Anto hingga berita tersebut disampaikan ke desa.

“Setelah warga desa mengetahui informasi itu, kemudian warga beramai-ramai melakukan evakuasi korban. Namun satu orang dinyatakan meninggal dunia, dan satu orang lagi terpaksa dirawat di Puskesmas Tripe Jaya, bahkan hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma,” ujarnya.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *