,

Pendaki Asal Malaysia Sakit di Puncak Leuser

BLANGKEJEREN – Setelah 11 hari mendaki menuju puncak gunung Leuser, 2 dari 13 pendaki asal Malaysia sakit. Satu orang mengalami kedinginan yang parah, satu lagi menderita perut kembung hingga mengeluarkan kencing berwarna hitam.

Ke-13 pendaki asal negeri jiran itu adalah Khairil Aslan sebagai ketua tim, M. Najman Harits, Amrul, Faisal, M. Khairul Hadi, Fitrizan, Ahmad Najia, M. Aminuzahid, Noor Adi Fawwaz, M. Asri, M. Arif, Siti Aminah, Norman, dan Noor Azizah.

Kapolsek Kutepanyang Ipda Zainur, Jumat, 16 Desember 2016 mengungkapkan, pendaki asal Malaysia itu berangkat tanggal 2 Desember 2016 setelah melaporkan ke Polsek setempat dan diantar oleh Guide Wisata Leuser Maisar, Zul, Husein, Cuken, Marzuki, Rahman, Tadi, Albar, dan Cek.

“Yang mengalami sakit parah di pincak Leuser adalah Ahmad Najia, sementara Azizah hanya mengalami sakit satu hari, itu pun karena kedinginan disebabkan setiap hari selama perjalanan mengalami hujan badai disertai angin kencang,” ungkapnya.

Pendaki asal Malaysia itu baru bisa sampai ke Kedah, Kecamatan Blangjeranggo, Kabupaten Gayo Lues setelah sampai dipuncak Leuser meminta bantuan kepada manejernya di Malaysa. Setelah itu menejer mereka menghubunggi Tim SAR Jakarta yang langsung diteruskan ke Tim SAR Banda Aceh. Tim SAR kemudian menurunkan tim dari Aceh Tenggara untuk melakukan penjemputan.

Selain enam orang dari tim SAR dari Pos Aceh Tenggara, aparat kepolisian, TNI, Sangkala Medan, Guide Wisata Gunung Leuser, dan Kehutanan (TNGL) turut naik gunung menjemput pendaki Leuser yang sakit tersebut.

Ahmad Najia pendaki Asal Malysa yang dikonfirmasi di Puskesmas Kutepanyang saat masih dalam perawatan dokter mengatakan, kondisinya saat ini sudah lumayan, dan jauh sehat dari sebelumnya. “Rencana malam ini kami berangkat terus ke Medan, karena besok petang kami akan pulang melalui Banda Kuala Namu Medan menuju Malaysia,” katanya.

Kor Pos Kutecane Risky Hidayat mengatakan, awalnya pendaki asal Malaysia itu sempat meminta agar tim SAR menjemput rekanya yang sakit menggunakan helikopter, namun akibat tidak bisa mendarat di puncak Leuser, Tim SAR hanya memberikan bantuan pertolongan secara manual.

“Kita bersyukur juga, setelah satu hari mendaki gunung langsung bertemu dengan pendaki asal Malaysia ini, karena sejak sakit mereka juga langsung turun pelan-pelan, dan Alhamdulilah yang sakit tidak ditandu, tapi bisa berjalan pelan-pelan sampai ke Posko Kedah,” ungkapnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *