,

Pencurian Dengan Cara Memecah Kaca Mobil Marak di Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Aksi pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil sedang marak di Aceh Selatan. Terhitung sejak dua hari terakhir saja, sudah tiga unit mobil mengalami pencurian dengan cara dipecah kaca. Sejumlah harta benda korban berhasil digasak maling.

Kasus terbaru terjadi di Masjid Istiqamah Gampong Padang, Kota Tapaktuan. Pencuri berhasil mengambil sejumlah barang berharga dan uang setelah kaca samping bagian belakang sebelah kiri mobil Toyota Kijang Innova warna silver milik Bukhari, 45 tahun, salah seorang PNS di jajaran Pemprov Aceh dipecahkan pelaku.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Kota Tapaktuan, AKP Mustafa di Tapaktuan, Rabu, 1 Februari 2016 membenarkan telah terjadi pencurian dengan cara dipecahkan kaca mobil Kijang Innova warna silver plat merah BL 227 AA yang di parkirkan di halaman Masjid Agung Istiqamah, Tapaktuan, pada Selasa, 31 Januari 2016 sekira pukul 18.30 WIB.

“Pelaku berhasil mengambil sebuah tas ransel samping milik Bukhari seorang PNS, penduduk jalan Cendana Utama, Gampong Lingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,” kata AKP Mustafa.

Kejadian bermula dari keputusan korban yang dalam perjalanan pulang dari Subulussalam menuju Banda Aceh, mereka memilih berhenti di Masjid Istiqamah Tapaktuan untuk menunaikan shalat Magrib berjamaah.

Usai melaksanakan shalat, korban menuju kembali ke mobil yang diparkir di halaman masjid. Namun naas menimpa korban, karena mereka justru mendapati kaca mobil sudah pecah, kemudian memeriksa barang-barang yang dibawa. Ternyata tas ransel warna hitam sudah raib dari dalam mobil dibawa pelaku.

Selain korban Bukhari, tambah Kapolsek Tapaktuan, dua awak mobil lain adalah Ismail (52), juga berstatus PNS, warga jalan Kebun Raja Lr. Mangga, Gampong Pineng, kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh dan Rosnidar (57), juga PNS, alamat gampong Meurebo Kecamatan Meurebo, Aceh Barat. Peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Tapaktuan. Kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp 6 juta.

Menurut pengakuan korban kepada polisi, tas ransel samping yang digondol maling terdapat dompet berisi KTP, kartu ATM, uang tunai Rp 400.000, buku tabungan Bank Mandiri, Kartu Askes dan STNK kenderaan roda dua. Di dalam tas ransel juga terdapat uang yang dimasukan dalam amplot sebanyak Rp 2 juta dan baju milik Rosnidar.

Belum usai kasus ini, pada hari yang sama sekira pukul 18.15 WIB, kaca mobil toyota Avanza warna hitam nomor polisi BL 840 TL juga dibobol maling di jalan TR Angkasah, gampong Lhok Bengkuang, Tapaktuan. Pelaku berhasil menggasak barang-barang berharga dalam sebuah tas milik Khairol Musik (56), status PNS, penduduk gampong Air Berudang, Tapaktuan yang diletakkan dalam mobilnya.

Pengakuan korban kepada polisi, peristiwa ini terjadi saat korban mengikuti rapat KPRI Kostrad di gedung SDN 3 Tapaktuan. Ketika korban hendak pulang dan naik ke mobil melihat kondisi kaca bagian belakang sebelah kiri sudah pecah. Korban memanggil seorang saksi dan memeriksa tas warna hitam merek eiger sudah hilang.

“Di dalam laporan korban disebutkan, tas yang dicuri itu terdapat sebuah hardis eksternal dan surat-surat sertifikat pelatihan guru. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 3 juta. Kedua kasus ini sedang dilakukan penyelidikan dan polisi akan berusaha maksimal melacak pelaku,” terang AKP Mustafa.

Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, AKP Darmawanto, S.Sos mengaku sedang fokus melakukan penyelidikan terhadap aksi pencurian dengan cara memecah kaca mobil. Selain upaya pihak kepolisian, masyarakat juga dihimbau berhati-hati dan waspada memarkirkan kenderaannya.

“Jajaran Polres Aceh Selatan sedang fokus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus. Diduga, pelaku melakukan aksinya dengan mengunakan sesuatu benda. Polisi mengintai gerak-gerik oknum yang dicurigakan. Namun, masyarakat harus tetap waspada dan menginformasikan setiap perkembangan yang mencurigakan dilapangan,” pinta Darmawanto.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *