,

Pencarian Jenazah Tim Survey PLTA Dihentikan

TAPAKTUAN – Proses pencarian terhadap korban terseret arus sungai Alue Buloh, puncak gunung Desa Jambo Papeun yang sudah memasuki hari kedelapan. Pencarian dilakukan sejak Kamis, 29 Desember 2016 lalu, tim pancari belum berhasil menemukan korban lagi bernama Muktar Yuli, asal Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek.

Seperti diketahui bahwa, dari sebanyak 22 orang rombongan tim study survey PLTA yang terdiri dari 5 orang berasal dari PT Trinusa Energy Indonesia dan 17 orang dari masyarakat Desa Jambo Papeun, tiga diantaranya menjadi korban.

Dari tiga orang tersebut, jenazah dua tim survey masing-masing Syarif Basarah dan Testa Muhammad Abduh asal Bandung, Provinsi Jawa Barat telah berhasil di evakuasi.

Karena sudah diupayakan pencarian selama delapan hari tidak berhasil, akhirnya tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Provinsi Aceh sebanyak 6 personil, Basarnas Pos Meulaboh 8 personil, Satgas SAR Abdya 2 personil, Satgas SAR Tapaktuan 10 personil, anggota Polres Aceh Selatan 10 personil, pasukan TNI Kompi C Sawang 10 personil yang dilengkapi senjata lengkap serta dibantu ratusan masyarakat Desa Jambo Papeun terhitung Kamis, 5 Januari 2016 secara resmi telah menghentikan proses pencarian terhadap korban satu lagi bernama Muktar Yuli tersebut.

Ketua Satgas SAR Tapaktuan, Mayfendri menjelaskan, pencarian korban dihentikan sementara sambil menunggu perkembangan informasi selanjutnya. Jika ke depannya ada petunjuk baru maka proses pencarian tidak tertutup kemungkinan akan dimulai kembali.

Mayfendri yang mengaku baru turun dari gunung bersama tim gabungan serta ratusan masyarakat menceritakan bahwa untuk menuju ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sungai Alue Buloh dari pemukiman penduduk Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek mereka harus menempuh perjalanan kaki mendaki dan menyusuri lereng gunung yang terjal dan menjulang tinggi selama 7 jam.

Karena lokasi tersebut tergolong jauh apalagi harus melewati medan yang cukup berat, maka tim gabungan harus membawa perlengkapan yang cukup mulai dari bahan makanan maupun peralatan memasak serta tenda untuk penginapan.

“Selama melakukan proses pencarian terhadap korban, kami telah melakukan penyisiran di sepanjang muara sungai Alue Buloh yang berjarak belasan kilometer namun sejauh ini belum berhasil menemukan keberadaan jasad korban,” jelasnya.

Ia menduga korban telah tertimbun material pohon-pohon kayu berukuran besar yang tampak menutupi sungai. Keberadaan pohon kayu berukuran besar tersebut tidak mampu diangkat oleh manusia karena harus menggunakan alat berat excavator, sementara untuk membawa alat berat excavator ke lokasi tersebut sangat tidak mungkin.

Menurut keterangan masyarakat setempat yang biasa melintas di sungai dimaksud, sepengetahuannya belum pernah air sungai Alue Buloh sebesar itu apalagi disertai turut hanyut sejumlah bongkahan kayu berukuran besar yang menutupi badan sungai.

“Bahkan menurut keterangan para saksi yang selamat, ketiga korban hilang akibat terseret arus sungai Alue Boluh, sebelum terseret arus sempat menyelamatkan diri ke atas batu besar yang tingginya mencapai 10 meter. Tapi berdasarkan bekas terjangan banjir bandang tersebut, air melampaui batu tersebut bahkan ketinggian air hingga menyapu ranting-ranting pohon yang menjulang tinggi di sepanjang bantaran sungai,” ungkapnya.

Selain telah melakukan penyisiran di sepanjang sungai Alue Buloh, lanjut Mayfendri, sebagian tim pencari juga telah melakukan penyisiran di sepanjang sungai Sarah Baro hingga sungai pucuk si Bom-bom diatas Sarah Baro, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah.

Dilakukan penyisiran ke wilayah tersebut, menurut Mayfendri karena muara sungai Alue Buloh yang berhulu dari Gunung Leuser hilirnya ke sungai pucuk si Bom-bom hingga Sarah Baro yang kemudian menyatu dengan Sungai Krueng Kluet yang muaranya ke pesisir laut Kandang, Kecamatan Kluet Selatan.

“Di sepanjang sungai tersebut mulai dari pucuk Sibom-bom hingga pesisir laut Kandang, Kecamatan Kluet Selatan sudah dilakukan penyisiran oleh sebagian tim pencari yang khusus di kerahkan ke wilayah Kluet Raya tersebut. Namun tetap saja belum berhasil menemukan korban satu lagi atas nama Muktar Yuli,” pungkas Mayfendri.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *