,

Pemprov NTB Kembali Study Konversi ke Bank Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengirim delegasi untuk study banding konversi bank ke Bank Aceh, Senin, 20 Maret 2017. Dalam pertemuan lebih 3 jam tersebut berbagai hal terkait kesuksesan konversi Bank Aceh ke sistem syariah dibahas.

Tim dari NTB tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) H Rosiady Husainie Sayuti, Kepala Biro Hukum Ruslan Abdul Gani, Wakil Ketua DPRD Tuan Guru Haji (TGH) Mahaly Fikri, Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis (REN) Bank NTB R Purwanto, Kepala Bagian Penanaman Modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Lembaga Keuangan Dewi Rita Wati, dan 3 staf Pemprov NTB Ikhsanti Komala Rimbun, Armas, dan Baiq Eka Aulia Dani.

Mereka diterima oleh Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah di ruang rapat Direksi Bank Aceh. Dari manajemen Bank Aceh ikut mendampingi Busra Abdullah dalam pertemuan tersebut antara lain: Direktur Operasional Rusydi M Adam, Direktur Bisnis Zakaria Arahman, Corporate Secretary Amal Hasan, serta beberapa kepala divisi.

Sementara dari Pemerintah Aceh hadir Sekda Dermawan, Kepala Bappeda Azhari selaku Ketua Tim Konversi Bank Aceh dari Pemerintah Aceh, dan Muhammad Jafar selaku Sekretaris Tim Konversi dari Pemerintah Aceh.

Busra Abdullah mengatakan manajemen Bank Aceh sangat berbahagia dengan kedatangan tim dari NTB tersebut. Apalagi hubungan Bank Aceh dengan Bank NTB selaku bank daerah sudah lama terjalin dengan baik.

“Bank NTB di tingkat nasional sudah beberapa kali meraih juara 1 service exelent, makanya kami mengirim karyawan kami untuk magang ke Bank NTB. Kami siap membantu Bank NTB dalam proses konversi ke sistem syariah,” ujar Busra Abdullah.

Pada kesempatan yang sama, Sekda NTB H Rosiady Husainie Sayuti mengatakan, hubungan Aceh dengan NTB sangat dekat, bila Aceh dikenal sebagai negeri Serambi Mekkah, NTB dikenal sebagai daerah seribu masjid.

“Soal konversi ini kami juga ingin belajar ke Bank Aceh, Bank NTB juga sudah sepatutnya full syariah. Rencananya kami akan launching pada Mei 2018, lebih tepatnya nanti pada 1 Ramadhan, karena Ramadhan dalam bulan Mei. Kami butuh dukungan dari Bank Aceh,” harapnya.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *