Pemko Lhokseumawe Minta Pemerintah Bangun Pelabuhan Perikanan Pusong

0
280

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe meminta Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk membangun Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dan Pelabuhan Perikanan Pusong.

Permintaan itu disampaikan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad kepada Ketua Tim Pemantau Otonomi Khusus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogjakarta, Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR-RI saat melakukan kunjungan pemantauan Otsus ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Senin 10 Desember 2018 di Kota Lhokseumawe.

Yusuf Muhammad berharap Tim Pemantau Otsus Aceh, Papua dan Keistimewaan Yogjakarta bisa meneruskan aspirasi daerah tersebut ke Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait, dan mitra kerja berbagai komisi di DPR-RI, khususnya Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Menurut Yusuf Muhammad, sektor perikanan merupakan sektor yang paling menjanjikan di Kota Lhokseumawe, namun infrastruktur di bidang perikanan masih kurang memadai di daerah tersebut.

“Saat inflasi terjadi secara nasional,tidak berpengaruh terhadap Kota Lhokseumawe, karena ditopang oleh pendapatan dari sektor perikanan, khususnya perikanan tangkap. Jadi kami minta kepada Tim Pemantau Otsus DPR-RI bisa mendorong Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk membantu pembangunan infrastruktur perikanan di Kota Lhokseumawe,” harap Yusuf Muhammad.

Masih menurut Yusuf Muhammad, selama ini setiap hari transaksi perikanan di Pusong mencapai miliaran rupiah, tapi belum bisa dimaksimalkan karena fasilitas dan infrastruktur yang tidak memadai, seperti pelabuhan yang sudah dangkal perlu pengerukan kembali, pembangunan dermaga dan tempat pengisian bahan bakar nelayan, serta lokasi pelelangan ikan.

Selain itu kata Yusuf Muhammad, Pemko Lhokseumawe juga sudah menyiapkan lahan untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan dan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong. “Lahan sudah kami siapkan, kami butuh dukungan dari Tim Pemantau Otsus untuk memperjuangkan ini ke pemerintah pusat,” harap Yusuf Muhammad.

Pertemuan di KEK Arun Lhokseumawa tersebut juga dihadiri Koordinator Tim Pemantau Otsus Aceh, H Firmandez yang juga anggota Tim Pemantau Otsus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogjakarta, anggota DPR-RI asal Papua Barat Jimmy Demianus Ijie, serta para anggota DPR-RI asa Aceh, Muslim, M Nasir Jamil dan Khaidir Abdurrahman.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here