,

Pemko Banda Aceh Akan Olah Sampah Jadi Listrik

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh akan melakukan pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Wali Kota Aminullah Usman pun telah menyatakan komitmennya untuk memodernisasi pengelolaan sampah di Banda Aceh yang saat ini mencapai 300 ton per hari.

Setelah mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Sumur Batu, Bekasi, lalu dilanjutkan dengan pertemuan dengan investor yang berminat membangun proyek serupa di TPA Gampong Jawa, Aminullah meninjau TPA Sunter, Jakarta, Minggu, 3 Juni 2018.

Proyek pembangkt listri dari tenaga samah tersebut akan dibangun di TPA Gampong Jawa, Kecamatan Kutarja, Banda Aceh. Di lokasi itu akan dibangun fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah dengan sistem Intermediate Treatment Facility (ITF).

Kabag Humas Setdako Banda Aceh T Taufik Mauliansyah mengatakan kunjungan Wali Kota Aminullah ke lokasi rencana pembangunan ITF Sunter untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai proyek pendukung program pemerintah pusat; Indonesia Bebas Sampah 2020 ini.

“Berdasarkan informasi dari pihak terkait di sana, ITF Sunter nantinya akan mampu mereduksi sampah hingga 80 persen dan diperkirakan dapat menghasilkan energi listrik maksimal sebesar 32 megawatt dengan residu yang ramah lingkungan. Konsep seperti ini yang ingin kita terapkan di Banda Aceh,” kata Taufik mengutip pernyataaan wali kota.

Menurut Aminullah, pihaknya akan bergerak cepat dengan mengerahkan segala potensi yang ada termasuk dukungan dan masukan dari masyarakat dan stake holder terkait untuk mewujudkan proyek PLTSa di TPA Gampong Jawa.

“Sekarang waktunya, karena jika menunggu lebih lama tentu masalah sampah di kota kita yang terus berkembang akan semakin kompleks dan rumit untuk diselesaikan,” tegasnya.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *