,

Pemkab Aceh Selatan Diminta Berdayakan Pelaku UMKM

TAPAKTUAN – Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Aceh Selatan, Nova Tristiana, meminta Pemkab setempat melalui dinas terkait lebih fokus memberdayakan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di daerah itu.

Nova menilai, selama ini banyak masyarakat yang memiliki keahlian kerajinan tangan membuka usaha kecil-kecilan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada serta dengan peralatan yang terbatas di pelosok-pelosok desa, namun belum tersentuh bantuan dari pihak pemerintah. “Keberadaan mereka di pelosok – pelosok desa itu, masih luput dari perhatian pemerintah,” kata Nova kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu, 17 April 2016.

Nova menunjuk salah satu contoh kasus seperti yang dialami salah seorang pelaku usaha kerajinan tangan seni ukir dan seni lukis kayu di Desa Madat, Kecamatan Samadua, Karlis (50). Pria ini, kata Nova, mampu mengolah seluruh bagian dari pohon kelapa mulai dari batangnya sampai tempurung menjadi produk bernilai jual, seperti produk furnitur meja dan kursi, teralis tangga, cangkir dan sloki, vas bunga, asbak rokok, hiasan dinding, gitar serta gantungan kunci.

Tidak hanya itu, sambung Nova, bapak empat anak yang kehidupannya tergolong masih miskin itu, juga mampu mengolah kayu sisa dibawa arus banjir bandang dan kayu yang sudah puluhan tahun tertanam dalam tanah menjadi produk bernilai jual.

“Sudah sewajarnya pemerintah memberikan perhatian serius untuknya sehingga dia bisa mengembangkan usahanya secara lebih luas, sebab jika produk tersebut bisa lebih maju lagi ke depannya dan dikenal konsumen luar, maka hal itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah dan rakyat Aceh Selatan,” tegas Nova.

Salah satu kendala yang sangat dikeluhkan oleh para pelaku usaha kerajinan tangan tersebut, ujar Nova, adalah terkait sulitnya dilakukan langkah pemasaran produk akibat berbagai keterbatasan yang dimiliki, salah satunya tidak ada tempat atau lokasi promosi produk.

Menurutnya, langkah pemasaran produk selama ini terpaksa harus dilakukan dengan cara membawa (menenteng) produk tersebut mengelilingi perkampungan penduduk serta di lokasi-lokasi keramaian seperti pasar-pasar mingguan.

“Pelaku usaha kerajinan tangan tersebut membutuhkan sebuah tempat untuk mempromosikan produknya. Seharusnya Pemkab Aceh Selatan berinisiatif menyediakan sebuah tempat yang terpusat, sehingga seluruh pelaku usaha yang ada di pelosok-pelosok desa bisa memasarkan produk yang mereka hasilkan,” cetusnya.

Namun yang terjadi selama ini, tegas Nova, kepedulian dan perhatian Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait dinilai masih sangat kurang bahkan di luar harapan masyarakat. Buktinya, jangankan disediakan sebuah tempat khusus untuk mempromosikan hasil produk kerajinan, tempat yang telah ada sebelumnya saja terkesan dibiarkan disalah fungsikan.

“Buktinya adalah deretan toko sepuluh pintu di depan Kantor POS Tapaktuan. Padahal dalam perencanaan pertama, toko tersebut dibangun untuk mempromosikan produk kerajinan masyarakat, namun kenyataannya sekarang ini telah disalahfungsikan karena mayoritas pemilik toko tersebut justru membuka usaha berjualan,” kritiknya.

Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan, Ridwansyah SE, mengakui bahwa saat ini sepuluh pintu toko yang berdiri berjejeran di depan Kantor POS Tapaktuan tersebut telah banyak di salah fungsikan oleh masyarakat yang menyewanya.

“Memang benar banyak yang disalahgunakan sebab tujuan pertama dibangun toko itu untuk mempromosikan produk kerajinan masyarakat Aceh Selatan. Tapi yang menjadi kendalanya adalah, selama ini tercatat tidak ada masyarakat yang bersedia menyewa toko itu untuk mempromosikan atau memperdagangkan hasil produk kerajinannya, sehingga atas pertimbangan dari pada keberadaannya kosong, maka kami mengambil kebijakan menyewanya kepada masyarakat luas secara bebas sehingga ada pemasukan untuk PAD,” jelasnya.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *