,

Pemerkosa Kembali Dicambuk

TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) bersama Dinas Syariat Islam dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Selatan kembali mengeksekusi hukuman cambuk terhadap pelaku pelanggar syariat islam sesuai Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, di halaman Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan, Jumat, 26 Agustus 2016.

Namun dari tiga terpidana pelaku pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang diagendakan dieksekusi cambuk sesuai putusan Mahkamah Syar`iyah Tapaktuan yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkrah), hanya dua orang yang berhasil dieksekusi cambuk masing-masing Azwir Bin Amirudin dan Ali Imran Bin Alm Abdul Samad.

Sedangkan satu terpidana atas nama Tarmizi Bin alm Husen warga Desa Lhok Sialang Rayeuk, Kecamatan Pasie Raja yang terbukti telah melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur gagal dicambuk karena hasil pemeriksaan dokter tensi darahnya naik mencapai 200/10 per detik.

Seharusnya, sesuai putusan Mahkamah Syar`iyah Tapaktuan Nomor : 0005/JN/2016/MSY-TTN tanggal 16 Juni 2016 yang dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 200 kali dipotong masa tahanan selama 176 hari sehingga jumlah hukuman cambuk menjadi 194 kali,.

Pembatalan eksekusi cambuk terhadap yang bersangkutan merupakan yang ketiga kalinya, setelah pada eksekusi cambuk Jumat (5/8) dan Jumat (19/8) sebelumnya eksekusi cambuk terhadap yang bersangkutan juga dibatalkan karena alasan serupa.

Dua orang terpidana yang berhasil di eksekusi cambuk pada Jumat (26/8) masing-masing atas nama Azwir Bin Amirudin warga Desa Ujong Karang, Kecamatan Sawang, terbukti telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur sesuai putusan Mahkamah Syar`iyah Tapaktuan Nomor : 0007/JN/2016/MSY-TTN tanggal 23 Agustus 2016 dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 80 kali dipotong masa tahanan selama 103 hari sehingga jumlah hukuman cambuk menjadi sebanyak 76 kali.

Sedangkan terpidana Ali Imran Bin Abdul Samad warga Desa Sawah Tingkeum, Kecamatan Bakongan Timur terbukti melakukan pemerkosaan terhadap perempuan dewasa sesuai putusan Mahkamah Syar`iyah Tapaktuan Nomor : 0004/JN/2016/MSY-TTN tanggal 6 Juni 2016 dari 160 kali hukuman cambuk yang dijatuhkan kepadanya serta dipotong masa tahanan selama 135 hari maka hukuman cambuk menjadi sebanyak 155 kali, telah di eksekusi cambuk pada Jumat (5/8) lalu sebanyak 125 kali.

Karena berdasarkan rekomendasi dokter eksekusi cambuk saat itu harus dihentikan karena kondisi kesehatan sudah tidak mendukung, maka pada eksekusi cambuk susulan Jumat (26/8), eksekutor dari Kejari Aceh Selatan hanya mengeksekusi cambuk terhadap yang bersangkatan sebanyak 30 kali lagi.

Eksekusi cambuk dipantau langsung oleh hakim pengawas dari Mahkamah Syar`iyah Tapaktuan, Drs Ibrahim Basyah dan melibatkan tim medis dari Puskesmas Lhok Bengkuang di bawah pimpinan dr Yuliana, berlangsung lancar tanpa kendala apapun.

Eksekusi cambuk terhadap dua terpidana masing-masing atas nama Ali Imran dan Azwir langsung dituntaskan pada hari itu juga, tanpa harus dihentikan atau ditunda pada Jumat minggu depan, karena berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis kondisi kesehatan terpidana memungkinkan untuk dieksekusi cambuk sampai tuntas.

Eksekusi cambuk yang kesekian kalinya yang digelar sesuai shalat Jumat di Aceh Selatan ini, selain ditonton oleh ratusan masyarakat setempat juga turut disaksikan oleh Staf Ahli Bupati yang juga Plh Kadis Syariat Islam Aceh Selatan, Nuril Hadi, Ketua Mahkamah Syar`iyah Tapaktuan Drs Indra Suwardi, Kasatpol PP dan WH Dicky Ichwan dan Kabag Ops Polres Aceh Selatan Kompol Masril.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *