Pemerkosa Anak Dicambuk 76 Kali

0
78

TAPAKTUAN – Terpidana Robi Harlis Juanda Bin Ali Judan asal Gampong Ujung Pasie, Kecamatan Kluet Selatan, kasus pemerkosaan terhadap anak yang diganjar hukuman cambuk sebanyak 76 kali sesuai putusan Mahkamah Syariah. Namun baru 16 kali dicambuk ia merintih kesakitan.

Proses eksekusi cambuk berlangsung di halaman Masjid Agung Istiqamah, Tapaktuan, Jumat, 7 Desember 2018 usai shalat jumat, terpaksa beberapa kali harus dihentikan oleh jaksa eksekutor Kejari Aceh Selatan dan algojo dari Dinas Syariat Islam.

Tim dokter yang bertugas segera mengoleskan obat di punggung terpidana yang terlihat sudah mulai luka. Bahkan, karena tak sanggup menahan lagi pukulan cambuk yang dihujamkan oleh algojo, Robi sempat meminta istirahat sejenak di ruang tunggu.

Sambil menunggu kesiapan Robi menjalani lanjutan hukuman cambuk, pihak jaksa eksekutor dari Kejari Aceh Selatan kemudian memanggil terpidana kedua atas nama Nur Azizah Binti Sarbinik, asal Gampong Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan.

Perempuan tua ini terjerat kasus penjualan khamar (minuman tuak) dengan hukuman cambuk sebanyak 20 kali. Proses eksekusi cambuk terhadap perempuan ini berlangsung lancar, ia terlihat sangat santai menahan pukulan cambuk oleh algojo sebanyak 20 kali.

Yang menariknya, setelah Robi kembali dilanjutkan hukuman cambuknya, pada hitungan ke-17 atau baru sekali dilanjut kembali dihentikan. Hal itu terjadi, karena terpidana Robi mengaku hantaman cambuk yang dilayangkan algojo mengenai tengkuk leher belakangnya.

Sembari memegang tengkuk leher belakangnya, Robi terlihat langsung berjalan menuju ruang tahanan terpidana di samping bangunan masjid. Namun, pengakuan pukulan cambuk mengenai tengkuk leher belakang Robi diragukan oleh sejumlah pihak yang menyaksikan langsung prosesi eksekusi. Sebab berdasarkan bukti rekaman video HP yang diambil oleh beberapa orang, pukulan cambuk terlihat tepat dipunggung, bukan di tengkuk leher belakang.

Beberapa saat kemudian, hukuman cambuk terhadap Robi kembali dilanjutkan tapi pada hitungan ke-26 kembali dihentikan. Kondisi serupa kembali terjadi dihitungan ke-33. Setelah dioleskan obat oleh tim medis, eksekusi kembali dilanjutkan tapi pada hitungan ke-37 eksekusi terpaksa harus diakhiri atas permintaan terpidana, sehingga dia tidak habis menjalani hukuman.

Jaksa Eksekutor ā€ˇPelaksanaan Hukuman Cambuk Kejari Aceh Selatan, Riki Supriadi SH mengatakan, dari tiga terpidana yang dihadirkan, hanya dua yang di eksekusi masing-masing Robi Harlis Juanda dan Nur Azizah.

Sedangkan satu terpidana lagi bernama Tarmizi kasus pemerkosaan terhadap anak asal Gampong Lhok Sialang, Kecamatan Pasie Raja, dengan hukuman cambuk sebanyak 183 kali, kembali gagal dieksekusi karena faktor kesehatan yang bersangkutan.

“Terpidana Nur Azizah sudah selesai menjalani hukuman sehingga dia langsung bebas. Sedangkan Robi baru menjalani hukuman sebanyak 37 kali dan tersisa 39 kali lagi. Sehingga yang bersangkutan harus kembali di tahan,” kata Riki Supriadi.

Menurutnya, eksekusi cambuk terhadap para terpidana kembali akan dilanjutkan pada Selasa, 11 Desember 2018 di Kantor Dinas Syariat Islam Aceh Selatan. Selain akan menghadirkan Robi dan Tarmizi, pihaknya juga akan menghadirkan satu terpidana baru yakni kasus pelecehan terhadap anak dengan hukuman 5 kali cambuk.

Sementara itu, Hakim Pengawas Eksekusi dari Mahkamah Syariah, Drs H. Abdul Karim Usman mengatakan, tindakan pihaknya beberapa kali menghentikan pelaksanaan hukuman cambuk pada hari itu menunjukkan bahwa ada kekeliruan saat berlangsungnya eksekusi.

“Kami harus bersikap tegas, jika ada salah atau keliru harus kami hentikan. Hari ini sempat beberapa kali kami hentikan. Yang perlu diperhatikan bahwa proses eksekusi cambuk ini bukan ajang balas dendam,” ungkapnya.

Ia berharap, dalam pelaksanaan eksekusi cambuk ke depannya, dapat berlangsung lebih terarah sesuai ketentuan perundang-undangan yang ada. “Kami meminta jika ada algojo yang keliru harus segera diganti. Proses eksekusi kami minta jangan dipukul cambuknya disatu tempat saja dipunggung terpidana, tapi berpindah-pindah sehingga terpidana sanggup menjalani hukuman,” harapnya.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here