,

Pemerkosa Anak di Bawah Umur Menyerah Pada Cambukan ke-17

TAPAKTUAN – Terpidana pemerkosaan anak di bawah umur, Robby Harlis Juandi Bin Alijudin “menyerah” saat dieksekusi cambuk pada hitungan ke 17 dari 170 kali hukuman cambuk yang dijatuhkan Mahkamah Syariah Tapaktuan terhadapnya.

Berdasarkan salinan putusan (vonis) majelis Hakim Mahkamah Syariah, Tapaktuan, Nomor 0007/JN/2017/MS.TTN tanggal 15 Agustus 2017, Robby Harlis Juandi warga Gampong Ujung Pasir, Kecamatan Kluet Selatan, Aceh Selatan terbukti melanggar pasal 50 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat dengan hukuman cambuk sebanyak 175 kali dipotong masa tahanan selama 126 hari sehingga jumlah hukuman cambuk menjadi 170 kali.

Namun, saat algojo mengeksekusi cambuk dihitungan ke 17 kali, Robby langsung mengangkat tangan sehingga eksekusi cambuk terpaksa harus dihentikan. Petugas Kejari Aceh Selatan bersama anggota Satpol PP dan WH membawa Robby ke dalam Masjid untuk di cek kesehatannya oleh tim dokter. Bekas luka cambuk di punggung Robby dioleskan obat oleh pihak medis disertai pengecekan tensi darah.

Karena merasa tidak sanggup lagi menjalani eksekusi hukuman cambuk, akhirnya Robby menolak melanjutkan eksekusi. “Apakah sanggup kita lanjutkan sampai hitungan ke 25 kali?,” tanya Kasi Pidum Kejari, Zainul Arifin SH. “Tidak sanggup lagi,” jawab Robby.

Mendengar pengakuan seperti itu, petugas dari Kejari selaku tim eksekutor memutuskan menunda eksekusi cambuk terhadap yang bersangkutan.
“Baiklah, karena terpidana tidak sanggup lagi, eksekusi kita tunda dan akan dilanjutkan lagi minggu depan. Karena belum selesai menjalani hukuman, maka terpidana kembali ditahan,” tegas Zainul Arifin.

Prosesi eksekusi hukuman cambuk ini selain disaksikan ratusan warga juga di hadiri sejumlah pejabat Pemkab Aceh Selatan serta Wakil Ketua Majelis Hakim Mahkamah Syariah Tapaktuan, Drs Ali Basyah.

Dalam sambutannya, Ali Basyah mengatakan, berdasarkan qanun jinayat Nomor 6 Tahun 2014, pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk sengaja di gelar ditempat umum dengan disaksikan ratusan warga agar dapat memberi efek jera bagi para pelaku pelanggar syariat Islam.

“Langkah ini bagian dari pembelajaran bagi masyarakat yang lain, agar mematuhi ajaran agama Islam sesuai hukum syariat yang berlaku di Provinsi Aceh,” tegasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *