,

Pemerintah Wajib Lindungi Dunia Usaha

BANDA ACEH – Pemerintah diminta untuk lebih pro kepada dunia usaha, serta melindungi pengusaha daerah dengan keikutsertaan dalam pembangunan daerah, agar adanya pengusaha daerah yang kuat yang mampu bersaing dan bersanding dengan pengusaha luar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh, H. Firmandez, dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Kota V KADIN Kota Banda Aceh, Sabtu, 17 Desember 2016 di Sulthan Hotel, Banda Aceh.

Anggota DPR RI asal Aceh ini menjelaskan, peran dunia usaha sangat besar dalam kemajuan sebuah bangsa. Di negara-negara maju, pengusaha selalu diikutsertakan dalam kegiatan pemerintahan.

“Di negara maju itu bila ada kunjungan bilateral pemimpin negara, selalu didampingi oleh pengusaha. Setelah masing-masing presiden melakukan pertemuan, kemudian ditindaklanjuti oleh pengusaha masing-masing negara dalam membangun kerja sama,” jelas H Firmandez.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini melanjutkan, seharusnya di Aceh begitu juga, setiap ada kunjungan Gubernur ke luar daerah, didampingi oleh pengusaha untuk menindaklanjuti berbagai kemungkinan kerja sama yang bisa dilakukan.

“33 persen anggaran daerah itu harus membesarkan dunia usaha. Pemerintah wajib melindungi dunia usaha. Tapi di Aceh saya lihat KADIN seperti dibonsai. Pengusaha Aceh harus bangkit, harus mampu memberikan nilai tambah bagi sumber daya di daerah,” tegasnya.

H. Firmandez berharap, siapa pun nantinya yang terpilih menjadi Gubernur Aceh harus mampu bersinergi dengan pengusaha lokal untuk membangun ekonomi daerah. Ia juga berharap agar pengusaha dan pemerintah daerah pro investasi.

“Pemerintah perlu memproteksi pengusaha daerah, juga harus pro investasi, artinya kalau ada investor yang masuk ya dipermudah, jangan dipersulit, tapi difasilitasi agar menjadi lancar,” harapnya.

Selain itu kata H. Firmandez, pengusaha-pengusaha di daerah harus menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat sekitar, semisal membantu pemberdayaan industry kecil dan rumah tangga di sekitar perusahaan.

“Arahkan CSR untuk membantu masyarakat sekitar, karena itu juga bagian dari membangun ekonimo daerah. Keberadaan perusahaan-perusahaan di daerah harus membantu masyarakat sekitar,” pungkasnya.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *