,

Pemerintah Pusat Diminta Kembangkan Wisata Alam di Aceh Timur

LANGSA – Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, diminta untuk melakukan pengembangan wisata alam dan pengembangan kapasitas kelompok masyarakat di Kabupaten Aceh Timur.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, Selasa, 6 Februari 2018. Menurutnya, Aceh Timur memiliki sejumlah objek wisata asri dan alami yang bila dikelola dengan baik, akan menjadi destinasi wisata favorit di bagian timur Aceh.


Ia mencontohnya seperti objek wisata air terjun Seurule di Kecamatan Peunaron dan air terjun Jamur Kule di desa Sembuang Kecamatan Serbajadi (Lokop). Untuk pengembangan infrastruktur ke sana harus ada campur tangan provinsi dan pusat, karena dana otsus sekarang dikelola oleh provinsi.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, karena air terjun Peunaron berada dalam kawasan hutan produksi, maka Pemerintah Aceh melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) bisa melakukan kerja sama pengelolaan sebagian hutan produksi di Kecamatan Peunaron Baru untuk pengembangan wisata air terjun tersebut.

“Jadi libatkan masyarakat dalam pengelolaannya, dan ini bisa kita minta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal selaku mitra Komisi V DPR RI untuk melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat di sana, sementara untuk program pengembangannya bisa ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” jelas anggota Komisi V DPR RI tersebut.

Selain itu H Firmandez melanjutkan, dengan melibatkan Pemerintah Aceh dan kementrian di tingkat pusat, maka pembangunan infrastruktur pariwisata dan pemberdayaan masyarakat sekitar bisa dilakukan secara lintas sektoran, sehingga memberikan hasil yang maksimal,” lanjut Ketua Departemen Hubungan Lembaga Politik DPP Golkar itu.

Dengan kerja sama pengembangan lintas sektoral tersebut diharapkan objek wisata air terjun Seurule dan air terjun Jamur Kule yang indah dengan panorama alam yang alami tersebut akan menjadi daerah tujuan wisata baru yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan luar daerah.

Sementara untuk pengembangan masyarakat sekitar kedua objek wisata itu, Pemerintah Aceh melalui dinas terkait seperti DKLH bisa melakukan pemberdayaan melalui unit manajemen Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah tersebut.

“Intinya butuh kerja sama lintas sektor untuk pembangunan objek wisata itu. Kalau infrastrukturnya sudah bagus, otomatis kunjungan wisata meningkat, pendapatan daerah bertambah, dan masyarakat terberdayakan. Ada multiplayer efek muncul. Kita harus gerakkan ini untuk pengembangannya,” harap H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *