,

Pemerintah Perlu Pikirkan Kredit Khusus Nelayan

JAKARTA – Pemerintah diminta untuk memikirkan kredit khusus bagi nelayan. Pasalnya, nelayan tidak selamanya bisa melaut, terutama ketika musim barat musim dimana badai dan gelombang besar muncul. Untuk itu, kelompok nelayan juga harus diberdayakan menjadi lebih bankable sehingga bisa mendapat fasilitas kredit di lembaga perbankan.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar bidang maritim, H Firmandez, Jumat, 4 November 2016. Anggota DPR RI asal Aceh ini menjelaskan, selama ini banyak kelompok nelayan yang membuat boat secara swadaya, tapi karena dokumen kepemilikan boat yang tidak jelas, sehingga tidak bisa menjadi agunan di bank.

“Pemerintah harus memikirkan ini, jangan sampai ketika musim badai, nelayan yang tidak bisa melaut kehilangan penghasilan. Keluarga mereka juga harus diberdayakan dengan berbagai program pemberdayaan,” harap H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, pemerintah bisa mengambil contoh soal pemberdayaan nelayan yang dilakukan negeri jiran Malaysia, salah satunya melalui Persatuan Nelayan Negeri Perak (Penggerak).

“Penggerak ini yang memfasilitasi nelayan dengan pemerintah. Ketika nelayan pergi melaut, istri-istri nelayan diberdayakan, sehingga ketika suaminya tidak melaut karena badai, penghasilan keluarga tidak putus,” jelasnya.

Organisasi Penggerak itu malah memiliki usaha lain untuk pengembangan nelayan, mulai dari lembaga pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak nelayan, pasar, hingga kebun sawit.

Perwakilan Penggerak juga pernah ke Aceh menjajaki kerja sama perdagangan ikan dengan eksportir ikan di Banda Aceh. “Model yang dilakukan Penggerak di Malaysia bisa ditiru oleh pemerintah agar nelayan terberdayakan,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *