,

Pemerintah Perkuat Tim Kendali Inflasi

Pemerintah Indonesia melalui beberapa kementerian bersama Bank Indonesia telah menetapkan enam langkah strategis untuk menurunkan tingkat inflasi di 2016. Sekretariat pengendalian inflasi diaktifkan di Kementerian Koordinator Perekonomian.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara dalam rilisnya di laman www.bi.go.id, menjelaskan, kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat pada 23 Desember 2015 di Jakarta.

Rapat dihadiri Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Selain itu juga hadir Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf, Kepala Badan Ketahanan Pangan Gardjita Budi, serta pejabat eselon I dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Keenam langkah yang disepakati oleh BI dan Pemerintah tersebut adalah mengimplementasikan arah (roadmap) pengendalian inflasi sebagai acuan program Tim Pengendali Inflasi (TPI) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID); mengaktifkan sekretariat pengendalian inflasi yang berkedudukan di Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mempermudah koordinasi pusat dan daerah yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Langah lainnya, melibatkan KPPU dan penegak hukum untuk mengatasi permasalahan struktur pasar komoditas pangan; menyelenggarakan Rakornas VII TPID tahun 2016 pada bulan Agustus 2016, setelah penetapan kepala daerah baru untuk mendapatkan komitmen dari kepala daerah dalam upaya stabilisasi harga; melakukan extra effort dalam pengendalian inflasi komoditas pangan sebagai antisipasi tantangan inflasi harga yang diatur Pemerintah (administered prices) tahun 2016; serta memperkuat bauran kebijakan Bank Indonesia untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi, khususnya pencapaian target inflasi 2016.

Pada tahun 2015 inflasi berhasil dikendalikan di bawah 3 persen. Rendahnya inflasi 2015 tersebut tidak terlepas dari dukungan koordinasi kebijakan pengendalian inflasi di tingkat pusat dan daerah, antara Bank Indonesia dengan pemerintah. Untuk memperkuat pengendalian inflasi di tahun 2016, khususnya yang berasal dari sisi administered prices dan bahan makanan bergejolak (volatile food). Koordinasi Bank Indonesia dan pemerintah yang semakin baik berperan penting dalam mengendalikan Inflasi 2015.

Pengendalian inflasi juga didukung oleh ekspektasi inflasi yang terjaga, dampak passthrough pelemahan nilai tukar yang terbatas dan tekanan permintaan domestik yang relatif lemah. “Hal tersebut tidak terlepas dari peran kebijakan Bank Indonesia dalam mengelola permintaan domestik, menjaga stabilitas nilai tukar, dan mengarahkan ekspektasi inflasi. Penguatan koordinasi Bank Indonesia dengan pemerintah diperlukan untuk memastikan terkendalinya inflasi di 2016,” ungkap Tirta Segara.[Isn]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *