,

Pemerintah Jangan Abai dengan Persoalan Perumahan Rakyat

BIREUEN – Munculnya kasus penipuan bantuan rumah bagi warga miskin di Kabupaten Bireuen, menarik perhatian Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez. Ia berharap permerintah untuk tidak abai dengan persoalan tersebut. Apalagi dana yang dikumpul pelaku dari penipuan itu mencapai Rp 700 juta.

“Kita berharap ini jadi perhatian serius pemerintah. Pelakunya harus segera ditangkap. Miris bagi saya ketika mengetahui ada masyarakat yang rela menjual empat sapinya untuk mengurus rumah bantuan yang dijanjikan pelaku, yang ternyata itu penipuan,” ungkap H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menghimbau, agar pemerintah melalui instansi terkait bisa memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa rumah bantuan dari pemerintah tidak perlu ditebus dengan sejumlah uang. Kalau ada pelaku yang mengiming-iming rumah bantuan dari pemerintah, tapi meminta sejumlah dana harus dilaporkan dan dicek kebenarannya.

“Kasian masyarakat kalau ini terus berulang kali terjadi. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, jangan mudah tertipu dengan calo. Kalau ingin mendapat rumah bantuan, lakukan melalui jalur resmi,” himbau H Firmandez.

Untuk mencegah kasus seperti itu terulang, H Firmandez menegaskan, keuchik di setiap desa memiliki peran penting, karena keuchik merupakan perpanjangan tangan pemerintah di tingkat desa.

“Bantuan yang datang ke desa pasti melalui kechik, bukan yang lain. Keuchik juga yang melakukan verifikasi mana warga yang layak menerima bantuan, mana yang tidak. Kuncinya di situ, jangan terpengaruh dengan janji-janji para calo. Kita berharap pemerintah tidak abai dengan kasus yang menimpa warga ini. Semoga pelaku penipuan itu cepat ditangkap,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *