,

Pemerintah Harus Pahami Regulasi Pelabuhan Krueng Geukueh

LHOKSEUMAWE – Anggota DPR-RI asal Aceh yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Firmandez menilai tidak ada alasan aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara tidak berjalan optimal.

Menurut Koordinator Tim Pemantau Otsus Aceh ini, segala regulasi untuk menghidupkan pelabuhan Krueng Geukueh sudah ada. “Saya heran bila sampai sekarang pelabuhan Krueng Geukueh belum bisa dioptimalkan, padahal regulasinya sudah ada, atau jangan–jangan pemerintahnya yang tidak paham regulasi itu,” ujar Firmandez.

Seharusnya, kata Firmandez, pelabuhan Krueng Geukuh sudah mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Para pengusaha di Aceh juga seharusnya bisa memanfaatkan pelabuhan tersebut.

“Para pengusaha harus memanfaatkan ini, segala komoditi dari daerah sekitar bisa diekspor melalui Krueng Geukueh. Mulai dari Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga ke Gayo Lues. Dari setiap daerah tingkat dua ada beberapa komoditi saja, maka Krueng Geukueh itu akan bangkit. Sekarang keseriusan pemerintahnya yang harus ada,” lanjut Firmandez.

Pelabuhan Krueng Geukueh telah masuk dalam jalur maritime connectivity sebagaimana kesepakatan IMT-GT antara Pemerintah Indonesia, Thailand, dan Malaysia di Aceh pada September 2014 lalu. Kesepakatan ini membuat Pelabuhan Krueng Geukueh sangat strategis untuk ekspor impor.

“Seharusnya pelabuhan Krueng Geukueh sudah bisa menjadi penggerak perekonomian Aceh. Kalau ada kendala ya dicari solusi penyelesaiannya. Yang penting Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota khususnya Aceh Utara harus bersinergi, potensi Pelabuhan Krueng Geukueh itu harus mampu dikelola dengan baik,” harap Firmandez.[LH]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *