,

Pemerintah Harus Bantu Revitalisasi Kebun Kopi di Gayo

JAKARTA – Pemerintah Pusat diharapkan membantu merevitalisasi kembali perkebunan kopi di dataran tinggi Gayo, Aceh, apalagi kopi Gayo yang telah mendapat sertifikat registrasi merek kolektif dari Uni Eropa.

Revitalisasi bisa dilakukan melalui pembersihan lahan dan penanaman kembali kopi Gayo yang telah disertifikasi. Hal ini penting dilakukan untuk mendongkrak produksi kopi nasional dan mendukung program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen kopi nomor satu di dunia.

“Di dataran tinggi Gayo itu ada sekitar 40 ribu hingga 60 ribu hektar kebun kopi. Sebagian besar terbengkali akibat konflik beberapa dekade silam. Jadi harus dilakukan pembersihan dan penanaman kembali, karena sebagian besar kopi sudah tua,” jelas H Firmandez.

Menurut anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini, peran pemerintah sangat penting dalam menumbuh kembangkan perkebunan dan industri kopi nasional, khususnya kopi spesiality Gayo yang pangsa pasarnya sudah mencapai negara-negara Eropa dan Amerika.

Meski demikian, kata H Firmandez, pendapatan daerah dan negara dari ekspor kopi sebenarnya masih bisa ditingkatkan jika pengusaha kopi dan pemerintah mengekspor kopi olahan, bukan biji kopi.

“Revitalisasi lahan kopi di Gayo juga perlu dilakukan menjamin stabilitas mutu, sehingga lima tahun ke depan kopi Gayo bisa mendominasi pasar dunia. Jadi peran pemerintah untuk membantu petani kopi di Gayo sangat diharapkan, baik melalui skema pemberian kredit lunak maupun pembangunan infrastruktur penunjang,” lanjut anggota Komisi V DPR RI tersebut.

H Firmandez melanjutkan, pemeritah melalui APBN-P 2017 dan APBN 2018 merencanakan peningkatan produktivitas dan pengembagan 8.700 hektar lahan kopi, serta pembenihan kopi berkualitas sampai 4 juta bantang.

“Kita berupaya dan berharap rencana pemerintah ini bisa dilaksanakan di Gayo, agar petani kopi di Gayo dan daerah lainnya di Indonesia yang memiliki jenis kopi khusus bisa sejahtera. Karena pangsa pasar di Eropa dan Amerika itu tertaik pada kopi speciality,” ungkap H Firmandez.

Selain itu H Firmandez meminta kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar terus mempromosikan kopi speciality Indonesia ke luar negeri, karena daya saing produk kopi di dunia semakin meningkat.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *