,

Pemerintah Harus Arif Terkait Penghentian Proyek Pabrik Semen Laweung

BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie bersama manajemen PT Semen Aceh Indonesia Aceh (SIA) harus mengambil sikap bijak dan arif dalam menyelesaikan persoalan dengan masyarakat pada proyek pembangunan pabrik semen di Laweung, Pidie.

Pemerintah daerah bersama perusahaan harus sama-sama turun ke lapangan menyelesaikan persoalan tersebut. Bila persoalan dengan masyarakat tidak bisa diselesaikan, akan menjadi bumerang bagi pemerintah daerah yang sedang giat-giatnya menggaet investor ke Aceh.

Permintaan itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khsus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, Sabtu, 14 Oktober 2017 di Jakarta. Ia meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie serta Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh bersama pihak PT SIA untuk sama-sama turun ke lapangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Jangan dibiarkan berlarut-larut, akan menjadi hal yang tidak konstruktif bagi Aceh nantinya,” harap anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 tersebut.

H Firmandez melanjutkan, berbagai stakeholders terkait lainnya juga harus dilibatkan, terutama kelompok perwakilan masyarakat. Setiap persoalan harus diselesaikan dengan tuntas, agar tidak lagi mencuat di kemudian hari.

“Lakukan pendekatan kepada masyarakat dengan mengedepankan kearifan lokal. Jangan sampai nanti ada pihak-pihak yang memanfaatkan persoalan ini untuk memperuncing masalah demi keuntungan pribadi. Jadi, selesaikanlah setiap persoalan itu dengan cara-cara yang arif dan bijaksana, jangan sampai merugikan daerah,” lanjut H Firmandez.

Pihak manajemen PT SAI menghetikan sementara proyek pembangunan pabrik semen di Kecamatan Muara Tiga dan Batee, Kabupaten Pidie. Pemberitahuan penghentian sementara dilakukan melalui surat, bernomor 205/KRE.DIR/10.2017 tanggal 10 Oktober 2017.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT SIA Ir Bahar Syamsu itu dijelaskan, penghentian sementara dilakukan dengan alasan masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan permasalah lahan.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *