,

Pemerintah Diminta Tingkatkan Diplomasi Haji

TEROPONGACEH.COM | RIYADH – Pemerintah diminta meningkatkan diplomasi haji untuk menyelesaikan berbagai persoalan, peningkatan pelayanan dan kuota, serta penyelesaian kasus jamaah ilegal. Koordinasi lintas sektoral harus dilakukan antar para pihak, seperti Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Indonesia di Arab Saudi, serta panitia penyelenggara ibadah haji.

Permintaan itu disampaikan anggota Komisi VIII DPR-RI yang membidangi urusan agama dan sosial, H Firmandez, Sabtu, 10 September 2016 di Arab Saudi. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Golkar ini juga meminta agar pemerintah mengupayakan pengembalian dan penambahan jumlah kuota haji Indonesia.

“Saat pembangunan fasilitas tambahan Masjidil Haram tahun lalu, kuota haji Indonesia dipotong 20 persen, sekarang pembangunannya sudah selesai jadi kita minta kuota yang dipotong itu dikembalikan menjadi normal kembali,” ujar H Firmandez.

Langkah diplomasi itu harus segera dilakukan karena masa tunggu haji di Indonesia sudah sangat panjang dan lama. H Firmandez mencontohkan, di Aceh saja masa tunggu (waiting list) haji sudah mencapai 25 tahun, sementara animo masyarakat untuk berhaji sangat tinggi.

H Firmandez melanjutkan, langkah lain bisa dilakukan pemerintah melalui diplomasi dengan negara-negara yang kuota hajinya tidak terpakai, seperti di negara-negara minoritas muslim.

“Pemerintah bisa meloba negara-negara yang kuota hajinya tidak maksmimal, seperti Timor Leste, New Zealand, Australia dan negara-negara lainnya, jadi kuota yang tidak mereka pakai bisa diminta untuk Indonesia,” lanjut H Firmandez.

Politisi Golkar ini menekankan, hal itu perlu dilakukan agar kasus jamaah yang berangkat secara illegal seperti kasus 177 WNI yang menggunakan passport Filipina tidak kembali terjadi. “Jadi diplomasi haji itu perlu lebih intens dan dilakukan,” harap H Firmandez. [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *