,

Pemerintah Diminta Standby-kan Petugas Karantina Pertanian di Gayo

BANDA ACEH – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian diminta untuk men-standby-kan petugas karantian di dataran tinggi Gayo, Aceh. Pasalnya, selama ini proses ekspor kopi Gayo ke luar negeri sering terhambat karena petugas karantina untuk melegalisasi dokumen ekspor berada di Kota Lhokseumawe.

Permintaan itu disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh, H Firmandez, Kamis, 15 Juni 2017. Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini terkait keluhan yang disampaikan oleh Direktur PT Meukat Komoditi Gayo, Iwannitosa Putra.

Iwannitosa mengaku selama ini pihaknya mengalami kendala ekspor karena harus mendatangkan petugas karantina dari Lhokseumawe untuk melegalisasi salah satu dokumen ekspor.

“Kita berharap pemerintah memperhatikan ini, karena kopi Gayo sebagai salah satu komoditi ekpor unggulan di Indonesia harus diperhatikan, jangan sampai hanya karena tidak adanya petugas karantina di Gayo, ekspor kopi Gayo jadi terhambat,” harap H Firmandez.

Anggota DPR RI asal Aceh ini menyayangkan apabila keterlambatan itu kemudian mengakibatkan terjadinya tambahan biaya dalam proses ekpor kopi Gayo ke luar negeri.

“Sekali lagi saya berharap agar pemerintah benar-benar memperhatikan keluhan eskportir kopi Gayo ini. Jangan sampai gara-gara proses pra-ekspor dalam pengurusan dokumen ekspor menjadi hambatan, apalagi menimbulkan biaya tambahan bagi eksportir,” tegas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *