,

Pemerintah Aceh Harus Memformulasi Kembali Strategi Pembangunan

BANDA ACEH – Pertumbuhan ekonomi Aceh beberapa tahun terakhir selalu di bawah target dan di bawah rata-rata nasional. Untuk mendongkraknya, Pemerintah Aceh harus memformulasikan kembali strategi pembangunan.

Hal itu disampaikan oleh Ekonom dari Fakultas Ekonomi Universitas Syaih Kuala (Unsyiah), Rustam Efendi dalam seminat Outlok Aceh 2017 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh bersama Aceh of Education Research and Analysis (AREA) dan Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah I Sumatera Utara-Aceh, serta Koordinator Wilayah (Korwil) Aceh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Rabu, 28 Desember 2016, di Sulthan Hotel, Banda Aceh.

Rustam Efendi menilai strategi pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Aceh saat ini dari sisi pengalokasian anggaran saja sudah nampak sangat konvensional. Sektor unggulan yang dapat menopang ekonomi daerah kurang mendapat perhatian.

“Aceh (masih) ekonomi gampong. Sektor unggulan di Aceh itu komoditas pertanian dan dagang (dunia usaha). Kalau Aceh mau maju, maka jangan lupakan dua sektor ini. Jangan abaikan pertanian dan dagang sebagai basis. Kekuatan Aceh harus digunakan di sektor yang unggul ini,” sarannya.

Rustam Efendi melanjutkan, selama ini alokasi anggaran di Pemerintah Aceh melalui APBA sangat jelek, ekonomi Aceh akan bagus jika alokasi anggarannya tepat. Intermediasi bank di Aceh juga kurang baik. “Ada bank yang mampu mengumpulkan dana banyak, tapi tak mau membaginya (mengucurkan dalam bentuk kredit/pembiayaan-red). Ada juga bank yang mengumpulkan satu juta tapi harus mengucurkannya satu juta lebih. Jadi timpang,” ungkapnya.

Akibat berbagai ketimpangan yang terjadi, pertumbuhan ekonomi di Aceh rendah dan tidak mencapai target, selisihnya (minus) mencapai 2 persen dari yang direncanakan. Pertumbuhan ekonomi Aceh hanya 4,06 persen dari target yang ditetapkan 6 persen.

“Dampak lainnya, tingkat pengangguran juga naik, baik di desa maupun di kota. Kemiskinan di Aceh juga masih di atas rata-rata nasional. Jadi pemerintah Aceh harus memformulasikan kembali strategi pemangunan ekonomi. Idealnya kita mau kemana?” lanjut Rustam Efendi.

Karena itu kata Rustam Efendi, reformulasi strategi pembangunan mutlak harus dilakukan, Bappeda, SKPA di provinsi dan SKPK di kabupaten/kota harus membuat perencanaan pembangunan sesuai dengan basis data, bukan sekedar buat program di atas meja.

“BUMD juga harus direvitalisasi agar menjadi lokomotif dalam memperkuat kapasitas fiscal untuk mengantisipasi pasca berakhirnya dana Otsus. Pemerintah Aceh juga harus fokus lebih besar untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.[HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *