Pemerintah Aceh Harus Fasilitasi Business Coaching untuk Pengusaha UMKM

0
292

BANDA ACEH – Untuk meningkatkan pertubuhan ekonomi, Pemerintah Aceh harus memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pertemuan bisnis (business matching) dan memberikan konsultasi bisnis (business coaching) bagi mereka.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO) H Firmandez, Rabu, 10 Juli 2019. Menurutnya, pertemuan dan konsultasi bisnis bagi para pelaku usaha UMKM sangat penting untuk pengembangan kapasitas pengusaha UMKM di Aceh.

“Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Aceh harus hadir untuk memberdayakan pelaku usaha UMKM, agar mereka bisa melakukan pengembangna kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar, serta mudah mendapat akses modal dari bank,” ujar pria yang pernah selama 15 tahun memimpin Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh tersebut.

H Firmandez yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Himpunan Pengusaha Swadiri (HIPSI) ini menambahkan, dalam temu bisnis (business matching) pelaku usaha UMKM juga bisa dilakukan expo atau pameran terhadap produk-produk UMKM unggulan yang bernilai jual tinggi, sehingga produk-produk unggulan UMKM tersebut bisa masuk pasar.

“Bukan hanya pasar lokan dan nasional saja, tapi juga pangsa pasar luar negeri. Caranya dengan mendorong pelaku usaha UMKM di Aceh untuk masuk dalam pasar digital,” lanjut H Firmandez.

Angota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menganjurkan, agar Pemerintah Aceh memberikan apresiasi dan ruang bagi pengembangan UMKM, dengan cara memperluas kesempatan bagi pelaku usaha UMKM dalam mendapatkan akses pembiayaan, dan pemasaran produk.

“Campur tangan pemerintah sangat perlu, Pemerintah Aceh harus hadir dalam pemberdayaan pelaku usaha UMKM,” pungkas anggota tim pemantau otonomi khusus (Otsus) Aceh, Papua dan keistimewaan Yogjakarta tersebut.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here