,

Pemerintah Aceh Diminta Bangun Kembali Jalan Peunaron–Lokop

IDI – Jalan lintas Peunaron-Lokop di pedalaman Kabupaten Aceh Timur kembali rusak parah. Sebagian besar badan jalan tersebut sudah berlobang dan tergenang air. Kondisinya tak ubahnya kubangan lumpur.

Warga Peunaron – Lokop sudah menyampaikan hal tersebut kepada berbagai pihak terkait, namun jalan tersebut belum juga diperbaiki. Minggu. 7 Januari 2018, persoalan itu kemudian disampaikan kepada Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez oleh tokoh masyarakat Aceh Timur.
Menanggapi hal tersebut, H Firmandez yang duduk di Komisi V DPR Ri yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan, menyatakan akan membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat pedalaman Aceh Timur tersebut.

“Jalan Peunaron – Lokop itu adalah jalan provinsi, maka saya minta Pemerintah Aceh melalui Gubernur Irwandi Yusuf untuk memperhatikan pembangunan kembali jalan tersebut, karena itu merupakan urat nadi perekonomian bagi masyarakat pedalaman,” jelas H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, beberpa ruas jalan di pedalaman Aceh Timur memang kondisinya sudah rusak, malah ada yang rusak parah. Ia mencontohkan, pengaspalan jalan sepanjang 4 kilometer di Peunaron dari APBA 2015 dan dilanjutkan dengan APBA 2016, belum lama digunakan sudah kembali rusak.

“Saya menerima laporan dari masyarakat di sana bahwa badan jalannya ada yang amblas dan terkelupas habis. Apakah ini karena kualitas pembangunannya yang asal-asalan atau ada hal-hal lain penyebabnya. Kita berharap pembangunan yang berkualitas dan tahan lama,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, hal yang sama juga terjadi di lintasan jalan Lokop menuju Beusa. Untuk itu harap H Firmandez, setiap proyek pembangunan infrastruktur di daerah, apalagi di pedalaman, harus benar-benar diawasi dengan baik, agar kualitas pembangunannya sesuai dengan yang diharapkan.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *