,

Pembelian Tanah Asrama Gayo Lues Jakarta Dipertanyakan

JAKARTA – Ormas Laskar Anti Korupsi (Laki) Kabupaten Gayo Lues mulai mempertanyakan kasus pembelian tanah Asrama Gayo Lues di Jakarta senilai Rp 14,146 miliar. Pasalnya, harga pembelian tanah  tersebut diduga dimark-up. Kasus ini kini ditanggani pihak Kejaksaan Negeri Gayo Lues.

Ketua Ormas Laki Kabupaten Gayo Lues, Hendra, Selasa, 4 September 2018 mengatakan, sebelumnya ada beberapa pejabat yang sudah dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan, dan pihak Kejaksaan juga sudah turun kelokasi tanah Pemda di Jakarta yang dibeli dengan harga Rp 14 Milyar lebih tersebut.

“Kita mempertanyakanya lantaran saat ini tidak ada lagi perkembangan, padahal beberapa pejabat yang dipanggil itu kalau tidak salah tahun 2017 silam, tapi sampai saat ini belum ada perkembangan,” katanya.

Informasi yang dihimpun Ormas Laki, kasus itu diselidiki oleh pihak Penegak Hukum lantaran ada indikasi penggelembungan harga atau Mark Uup, artinya antara harga tanah diseputaran kawasan itu dengan yang dibeli Pemerintah Daerah dari pemiliknya tidak sesuai.

“Kalau memang kasus itu tidak terbukti atau tidak lengkap syarat, aturanya ada surat SP3D atau penghentian perkara, tapi sejauh ini belum ada kita dengar, entah masih berjalan penyelidikanya atau tidak walah walam,” jelasnya.

Sekda Gayo Lues H.Thalib yang dikonfirmasi saat meninjau persiapan MTQ di Kutepanjang membenarkan bahwa sebelumnya ada Pejabat yang dipanggil berulang kali oleh pihak Kejaksaan, pemanggilan itu terkait pembelian tanah Mes Gayo Lues di Jakarta. “Tidak ada mark-up dalam pembelian tanah itu. Sudah dihentikan penyelidikan itu,” jelasnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *