,

Pembangunan Tol Aceh Akan Dimulai, H Firmandez Apresiasi Kementerian PUPR

BANDA ACEH – Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan, H Firmandez mengapresiasi kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan memulai pembangunan tol tran-Sumatera di Aceh.

“Kita patut apresiasi dengan akan dimulainya pembangunan tol Aceh sebagai bagian dari rencana tol trans-Sumatera. Ruas tol Banda Aceh – Medan sepanjang 455 kilometer itu sudah dimasukkan dalam rencana proyek nasional sejak 2016 lalu. Kita berharap ruas Banda Aceh-Medan ini bisa segera terwujud,” harap H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menjelaskan, ada 17 jalur tol trans-Sumatera yang direncanakan akan dibangun Kementerian PUPR. H Firmandez meminta semua pihak untuk bisa bekerja maksimal guna mempercepat pembangunan jalan tol trans-Sumatera tersebut.

“Dengan terbangunnya tol trans-Sumatera, maka setiap daerah di Sumatera akan terkoneksi dengan baik, sehingga akan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sumatera. Pembangunannya harus dipercepat, terutama untuk beberapa ruas tol di Aceh. Selama ini Aceh tertinggal karena konflik dan bencana. Kita berharap setelah selesai pembebasan lahan oleh Pemerintah Aceh, jalan bebas hambatan itu bisa segera terwujud,” harap Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar tersebut.
H Firmandez mengungkapkan, pembangunan tol trans-Sumatera sepanjang 2.818 kilometer dari Aceh hingga ke Lampung sudah diprogramkan sejak tahun 2012 lalu yakni pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu diperkirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 150 triliun.

“Bila semua ruas tol yang direncanakan di Sumatera itu bisa terwujud, maka tingkat pertumbuhan ekonomi di Sumatera diyakini akan mengalahkan Jawa. Selama ini banyak potensi di Sumatera yang tidak digarap maksimal karena minimnya infrastruktur, terutama infrastruktur transportasi,” lanjut H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, percepatan pembangunan tol trans-Sumatera sebenarnya sudah dilakukan sejak awal 2012 lalu, ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kala itu Dahlan Iskan melakukan pertemuan dengan gubernur se-Sumetara di Palembang.

“Namun pada masa itu secara ekonomi pembangunan tol trans-Sumatera masih terlalu berat dan kurang diminati investor, maka kurang berjalan. Sekarang hal-hal seperti itu jangan lagi menjadi alasan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Sumatera harus bersama-sama mewujudkannya dengan pembagian tugas dan wewenang yang jelas,” tegas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *