,

Pembangunan Tapaktuan Sport Center Gagal

TAPAKTUAN – Rencana Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) membangun Gedung Pusat Olah Raga Tapaktuan Sport Center (TSC) di Taman Pala Indah, Tapaktuan dipastikan gagal.
 
Kegagalan pembangunan mega proyek multiyears bernilai Rp 42 miliar yang direncakan bersumber dari tiga pos anggaran masing-masing APBK, APBA dan APBN tersebut disebabkan karena alokasi anggaran sumber APBN sampai saat ini belum jelas.
 
“Benar, program pembangunan pusat olah raga yang terintegrasi diberi nama TSC di Taman Pala Indah dipastikan gagal terwujud. Sebab alokasi anggaran yang bersumber dari APBN sampai saat ini belum ada kejelasan,” kata Kadisbudparpora Aceh Selatan, Halimatusakdiah di Tapaktuan, Selasa, 6 Desember 2016.
 
Dia menjelaskan, sesuai rencana awal proyek bernilai Rp 42 miliar tersebut akan dibangun sistem multiyers dengan alokasi anggaran pertama sumber APBN tahun 2015 sebesar Rp 10 miliar. Kemudian untuk kelanjutannya kembali dianggarkan melalui sumber dana APBA tahun 2016 sebesar Rp 27 miliar dan terakhir sumber APBK Aceh Selatan tahun 2017 sebesar Rp 5 miliar.
 
“Sebenarnya, kegagalan pengucuran anggaran sumber APBN tahun 2015 disebabkan karena ada kesalahan administrasi saat pembuatan gambar oleh pihak konsultan perencanaan. Saat gambar tersebut dimasukkan ke Kementerian Pemuda dan Olah Raga dan Komisi X DPR RI, terjadi penolakan. Memang saat itu diperintahkan supaya segera diperbaiki dan perbaikannya telah kita serahkan kembali kepada mereka, tapi sayangnya sampai saat ini belum ada tindaklanjut yang jelas,” ungkapnya.
 
Pihaknya, sambung Halimatussakdiah, sangat menyayangkan hasil kerja yang dilakukan oknum konsultan perencanaan di daerah itu yang dinilai tidak professional dalam membuat design gambar perencanaan pembangunan TSC tersebut.
 
Soalnya, dengan pembuatan design gambar perencanaan yang tidak lengkap tersebut telah mengakibatkan Aceh Selatan kehilangan kesempatan mendapatkan kucuran anggaran sumber APBN mencapai Rp 10 miliar lebih untuk tahap awal pembangunan TSC tersebut tahun 2015 lalu.
 
“Kegagalan itu jelas-jelas sangat merugikan Aceh Selatan. Karena anggaran untuk pembangunan Gedung Pusat Olah Raga yang memang telah dialokasikan dari sumber APBN tersebut telah dialihkan ke Kabupaten Aceh Barat,” sesalnya.
 
Selain masalah TSC, sambung Halimatussakdiah, Kementerian Pemuda dan Olah Raga juga telah membatalkan rencana pembangunan Lapangan Sepak Bola di 18 kecamatan seluruh Aceh Selatan dengan nilai proyek masing-masing Lapangan Bola sebesar Rp 1 miliar sumber APBN.
 
Meskipun kegagalan tersebut terjadi untuk seluruh daerah di Indonesia, kata dia, tetap saja pihaknya merasa sangat dirugikan. Karena sebelumnya, Disbudparpora Aceh Selatan bersama salah satu perusahaan konsultan perencanaan telah turun ke setiap kecamatan di daerah itu untuk mengurus sertifikat tanah sekaligus membuat design gambar perencanaan pembangunan.
 
“Pihak yang sangat dirugikan dalam kasus ini adalah konsultan perencanaan yang sebelumnya telah kami pakai jasanya. Kami telah menjelaskan kepada yang bersangkutan bahwa kegagalan ini bukan atas kesalahan kami, melainkan memang keputusan dari pihak kementerian,” ungkapnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *