,

Pembangunan Puskesmas Sawang Sarat Masalah

TAPAKTUAN – Ketua Komisi C DPRK Aceh Selatan, Tgk Adi Zulmawar meminta kepada pihak Polres dan Kejari Aceh Selatan segera mengusut pembangunan proyek Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Sawang.
 
Proyek yang dibangun pada tahun 2015 dan 2016 itu menghabiskan anggaran mencapai Rp 2,7 miliar, namun hingga kini belum bisa difungsikan maksimal untuk menunjang kualitas pelayanan masyarakat.

“Banyak item pekerjaan diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kontrak. Karena itu kami meminta kepada aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini,” kata Tgk Adi Zulmawar di Tapaktuan, Rabu 8 Maret 2017.
 
Legislator dari Partai Aceh ini mengungkapkan, beberapa bagian pekerjaan proyek yang diduga masih ada kekurangan itu seperti kosen pintu dan kosen jendela sudah terlihat retak-retak dan baling, sehingga mengakibatkan pintu dan jendela susah di buka dan tutup.
 
Kemudian dari beberapa kamar mandi yang tersedia, hanya berfungsi di ruang rawat inap sedangkan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang poly rawat jalan sama sekali tidak berfungsi. Anehnya lagi, kamar mandi yang belum berfungsi itu justru belum terpasang pintu, tidak ada bak kamar mandi, septic tank dan bahkan tidak tersedia suplai air.
 
Tidak hanya itu, Puskesmas sampai sekarang Puskesmas tersebut juga belum tersedia suplai arus listrik PLN yang maksimal sesuai standar sebuah instalasi kesehatan rawat inap, kecuali hanya sebatas suplai arus PLN secara sementara milik kontraktor pelaksana pembangunan Puskesmas itu. Akibatnya, beberapa fasilitas medis seperti UGD belum bisa difungsikan maksimal karena suplai arus listrik memang belum teraliri ke ruangan tersebut.
 
“Setahu kami bahwa pada sebuah fasilitas kesehatan apalagi Puskesmas rawat inap ketersediaan suplai arus listrik yang cukup, suplai air yang cukup, berfungsinya kamar mandi, toilet, termasuk septic tank merupakan kebutuhan primer. Namun yang anehnya, kebutuhan paling mendesak itu justru tidak tersedia secara memadai. Sementara di sisi lain, pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan terus mendesak pihak tenaga medis setempat untuk memfungsikan Puskesmas tersebut sejak 13 Februari 2017 lalu,” sesal Tgk Adi Zulmawar.
 
Dia menduga bahwa pekerjaan pembangunan Puskesmas rawat inap Kecamatan Sawang tersebut sudah dari sejak perencanaan awal amburadul. Buktinya, kata dia pembangunan ruang UGD justru terpisah dengan ruang rawat inap. Akibatnya para pasien yang harus menjalani rawat inap setelah menjalani pemeriksaan medis di ruang UGD, terpaksa harus dibawa dengan cara digotong pakai tandu oleh perawat karena baik ruangan maupun lantai antara UGD dengan ruang rawat inap terpisah jauh.
 
“Sudah kemana-mana saya lihat bangunan fasilitas kesehatan, baru kali ini saya melibat konstruksi pembangunan Puskesmas aneh bin ajaib. Karena antara ruang UGD dengan ruang rawat inap bisa terpisah atau tertutup dengan tembok. Akibatnya para pasien yang harus rawat inap setelah diperiksa dari ruang UGD terpaksa harus di gotong memakai tandu oleh perawat, karena jarak bangunannya terpisah jauh,” ungkapnya.
 
Dia juga mengungkapkan bahwa, keberadaan Puskesmas yang berlokasi di Gampong Meuligo Kecamatan Sawang tersebut juga bermasalah pada akses jalan masuk. Sebab di beberapa titik akses jalan masuk justru belum selesai dilakukan pembebasan tanah sehingga mengakibatkan pihak pemilik tanah berencana akan menutup akses jalan masuk.  
 
Dia menduga bahwa, persoalan itu terjadi murni disebabkan karena kesalahan pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan, karena mulai dari sejak perencanaan pembangunan bersama konsultan perencanaan sampai pada saat proses pengawasan pekerjaan proyek di lapangan, tidak dilakukan berdasarkan kajian, pertimbangan dan analisis yang mendalam untuk mewujudkan realisasi pembangunan proyek yang matang dan terbebas dari persoalan.
 
“Jauh-jauh hari saya sudah menyampaiaknnya kepada Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan Mardhaleta M Thaher dan Sekretarisnya Halizan Ismail, namun sayang laporan tersebut terkesan diabaikan begitu saja tanpa ada tindak lanjut yang konkrit dilapangan,” jelasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *