,

Pembalakan Liar Masih Marak di Lesten

BLANGKEJEREN – Perambahan hutan melalui penebangan pohon masih marak di kawasan Desa Lesten, Kecamatan Pining, Gayo Lues. Kayu-kayu besar ditebang, bekas pembalakan liar itu terlihat di beberapa titik pegunungan di lintasan jalan menuju Lesten.

Selain pembalakan liar, perambahan hutan juga dilakukan warga untuk membuka perkebunan, coklat, kopi, karet, dan cabai. Pohon yang ditebang dan diolah menjadi papan berbagai ukuran kebanyakan jenis meranti dan semaram. Papan hasil olahan ditumpuk begitu saja di pinggir jalan dengan jumlah yang bervariasi.

Kepala Desa Lesten, Karim, Rabu, 1 Februari 2017 mengungkapkan, sejak jalan Pining hingga ke Lesten dibuka oleh pemerintah pada pertengahan tahun 2016 lalu, sudah belasan hektar lahan yang ditebang oleh penduduk untuk membuka perkebunan.

Namun menurutnya, jika pun ada yang mengambil kayu hutan seperti meranti dan semaram hanya untuk keperluan pembangunan sekolah SMP satu atap dan membangun rumah masyarakat.

“Kalau dari perbatasan Lesten ke Kecamatan Pining, itu kami tidak tahu kayunya dibawa kemana, itu bukan ranah kami lagi, dan itu sudah daerah desa Pining, jadi kayu-kayu yang ditebangnya menjadi papan dan broti, kami tidak tau apakah dijual atau diperuntuhkan untuk apa,” jelasnya.[Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *