,

Pembakaran Kantor KIP Sejarah Kelam Pilkada Gayo Lues

BLANGKEJEREN – Bangunan itu masih berdiri kokoh, namun jendelanya tak lagi berkaca, tak pula bertirai. Halaman gedung dua lantai itu pun ditumbuhi rumput liar. Di jendela atas masih nampak kerak hitam di dinding, bekas asap yang dari jilatan sijago merah. Itulah bekas kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Gayo Lues yang dibakar tahun 2012 silam.

Kenangan tentang amarah politik yang berujung pembakaran kantor KIP itu masih dirasakan betul oleh anggota MPR RI asal Aceh dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Irmawan S.Sos. Ia mengaku trauma melihat bangunan yang tak lagi berpenghuni itu.

“Saya masih trauma ketika melihat kantor KIP Gayo Lues, saat pemilihan kepala daerah dulu, kantor KIP yang dibakar massa ini masih tetap berdiri kokoh meskipun kaca dan seluruh isinya menjadi puing-puing yang hancur,” katanya.

Irmawan melanjutkan, seharusnya, Pemkab Gayo Lues melakukan perbaikan atau mengantikan kantor tersebut dengan kantor yang lain agar bisa ditempati, sehingga sejarah kelam Pilkada dulu bisa dilupakan oleh masyarakat negeri seribu bukit itu.

“Untuk apa lagi dibiarkan kantor KIP itu, toh orang-orang yang membakarnya sudah ditahan penegak hukum, dan saat ini sudah keluar dari Penjara. Kantor KIP itu hanya mengigatkan kita kepada masa lalu,” ujarnya.

Anggota DPR RI dari Partai PKB ini mengatakan yang berlalu biarlah berlalu, dan pemimpin sekarang harus memikirkan masa depan rakyatnya demi terciptanya kesejahtraan dan ketenagan meskipun tidak lama lagi aka nada lagi Pilkada.

“Mungkin karena rombongan Irmawan dulu yang melakukan pembakaran gedung KIP tersebut, maka harus menunggu rombongan Irmawan menjadi bupati harus bisa diperbaiki, itupun tidak masalah, kita tidak akan menyerah, dan kami akan terus berjuang,” kata Irmawan di sela-sela sosialisasi empat pilar kebangsaan di gedung Nusa Indah, Blangkejeren.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRA dari Partai Aceh, H Muhammad Amru mengatakan, di Aceh akan digelar pemilihan gubernur dan 19 bupati/walikota. Ia berharap agar tragedi seperti itu tidak terulang lagi. “Siapa pun yang terpilih nanti, itulah bupati kita, jangan lagi ada nomor satu nomor dua,” harapnya.

Amru juga meminta kepada masyarakat agar masyarakat menjaga ketentraman dan kedamaian. “Jangan ribut antara adik dan abang, keluarga dan tetangga, hanya karena beda pilihan. Kita harus pandai berpolitik. Hargai perbedaan karena itu hakikat demokrasi. Jangan lagi ada keributan gara-gara pilkada,” pungkasnya. [Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *