,

Pemanfaatan Geothermal di TNGL Tunggu Perubahan Zonasi dari Pusat

BLANGKEJEREN – Tim dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) bersama tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues mulai membahas program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di kawasan Kapi, Kecamatan Putri Betung.

Kepala Bappeda Gayo Lues, Ridwan, Jumat, 31 Maret 2017 menjelaskan, pertemuan dengan tim TNGL di kantor Bappeda terkait penggunaan geothermal (panas bumi) di daerah Kapi baru bisa dilakukan setelah zona inti TNGL diubah menjadi kawasan pemamfaatan, dan suratnya harus dikeluarkan pihak terkait dari Pemerintah Pusat.

“Sekarang banyak pertanyaan dari orang-orang kenapa harus di Kapi dibangun PLTPB, kenapa tidak di Seulawah ataupun di daerah Abdya supaya tidak merusak hutan, dan jawabanya hanya satu, hanya di daerah Kapi yang cukup air untuk mengambil uapnya, sebab pengambilan uap ini membutuhkan banyak air,” katanya,

Di sisi lain, jika zona inti di daerah itu dirubah menjadi kawasan pemanfaatan, dengan otomatis bisa dibuka objek tempat wisata dengan sistim siapa yang masuk akan dikenakan tiket, seperti ke kawasan Danau Marpunge dan ke dalam hutannya, hal inilah yang bisa meningkatkan penghasilan daerah dan masyarakat sehingga penghasilanya bisa diperuntukan untuk warga.

Sementara Kepala Seksi TNGL wilayah Tiga Gayo Lues, Zainal Abidin yang didampinggi dua orang pegawai lainya mengatakan, pemampaatan geothermal dan tempat wisata di daerah Kapi baru bisa dilakukan setelah merubah zonasi terlebih dahulu, dan untuk merubah zonasi inti ke pemanfaatan, pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat.

“Kami sudah mengirimkan berkas ke pusat, termasuk ada lima desa di Kecamatan Putri Betung yang diantaranya desa Pungke Jaya, Meloak Aih Ilang, Meloak Sepakat, Ramung Musara dan desa Singah Mulo masuk kekawasan zona inti,” jelasnya.

Dikatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, sebanyak 210 ribu hektar hutan di Kabupaten Gayo Lues adalah kawasan TNGL atau 38 persen dari total keseluruhan yang ada di Sumatra berada di Gayo Lues. Dari jumlah itu dibagi lagi menjadi zona inti dan zona pemanfaatan.

“Mengenai pemanfaatan geothermal untuk energi ini tidak bisa dipastikan jadi atau tidak, dan kapan dimulainya, kami dari TNGL tetap harus menunggu keputusan dari pusat dulu,” katanya menjawab pertanyaan wartawan. [Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *