Saturday, January 18, 2020

Pelaku Pembunuhan di Masjid Terancam Hukuman Mati

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BLANGKEJEREN – Tersangka pembunuhan di depan Masjid Asal Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues terancam hukuman mati. Pasalnya, tersangka sudah berencana melakukan pembunuhan sebelum bertemu dengan korbanya.

Hal itu terkuak saat rekontruksi pembunuhan yang digelar penyidik Polisi, Kejaksaan, dan Hakim di depan Masjid Polres Gayo Lues, Jumat, 5 Juli 2019 pukul 9:00 WIB. Rekontruksi itu digelar penyidik untuk mengetahui awal mula kasus pembunuhan yang dilakukan Selamatsyah (30) warga desa Penampaan terhadap korbanya H Suhatris pensiunan PNS warga Penampaan.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdullah Hamid mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 340 junto 338 junto 351 ayat 3 tentang kejahatan terhadap jiwa orang lain, dan ancamanyapun dipenjara seumur hidup/mati, atau sekurang-kurangnya dipenjara selama 20 tahun.

“Tersangka ini akan kita periksa juga kejiwaanya ke Banda Aceh, bahwa keterangan pelaku pada penyidikan pertama tidak sesuai dengan rekontruksi yang dilakukan, seperti ungkapan kata gila saat pelaku berada di depan korban hingga berbalik membacok korban meskipun motifnya sakit hati karena sebelum kejadian pembunuhan ada ungkapan gila yang dilontarkan korban,” ungkapnya.

Pada adegan pertama rekontruksi itu, pelaku pembunuhan mengaku sedang berada di rumahnya melakukan zikir agar diberikan kekuatan guna melampiaskan sakit hati kepada korban, dan usai berzikir di rumah langsung membawa pisau dengan menyimpan di pinggang sebelah kiri sembari menuju Masjid Asal Penampaan melaksanakan shalat asar.

Kemudian pada adegan kedua, tersangka yang sudah tiba di masjid langsung mengambil posisi shalat bersama jamaah lainya, saat itu di tengah tersangka dan korban ada saksi atas nama M Saleh aman Lina, kemudian tersangka sempat melontarkan kata-kata kepada korban, “Sampai kapan kau sabar di sini, sampai kau mati ya,” setelah ucapan itu semua jamaah langsung melaksanakan shalat.

Setelah melaksanakan shalat, korban langsung keluar dari dalam Masjid, begitu juga dengan tersangka, iapun keluar dari masjid sembari melihati korban yang menuju rumahnya dari atas tangga, semua itu diprkatekan dalam adegan ketiga rekontukri tersebut.

“Pada adegan keempat, tersangka turun dari tangga masjid sembari mengambil pisau dari pinggangnya dengan posisi mata pisau kearah depan, kemudian tersangka berlari kearah korban sembari menghunus pisaunya yang membuat jamaah shalat lainya berteriak hingga membuat korban berhenti dan membalikan badanya,” jelasnya.

Saat membalikan badan itulah baru disadari korban bahwa tersangka sedang membawa pisau, dan posisi yang sudah terlalu dekat tidak bisa dihindarkan korban hingga terjadi pembacokan ke arah perut korban sebanyak satu kali, kejadian itu masuk dalam adegan kelima.

Setelah dibacok, adegan selanjutnya korban berusaha menghindar dengan cara mundur, tapi tersangka kembali mengejar korban dengan terus melakukan penusukan beberapa kali ke arah tubuh korban, bahkan korban sempat menangkis beberapa kali menggunakan tanganya, tetapi tidak berhasil.

“Pada adegan ketujuh, tersangka merasa emosi karena korban menghindar dan menangkis tusukan senjata tajamnya, kemudian pisaunya dipindah ketangan kiri, dan pada adegan kedelapan, tersangka kembali menikam korban di bagian kepalanya sebanyak dua kali dan juga di bagian punggungya hingga tersangka dipegang warga dan pisaunya diambil,” ungkapnya.

Setelah warga memegang korban, tersangka pun diserahkan kepihak Kepolisian Polres Gayo Lues, sementara korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) guna mendapatkan pertolongan, namun naas, nyawanya tak bisa diselamatkan lagi.

Abdul Karim, salah satu keluarga korban di lokasi rekontruksi meminta kepada penagak hukum agar memberikan hukuman kepada pelaku seberat-beratnya, sebab, tersangka sudah terlebih dahulu merencanakan pembunuhan terhadap korban. “Saya dari keluarga korban berharap agar korban dihukum sesuai dengan pasal 340, yaitu penjara seumur hidup ataupun dihukum mati,” pintanya. [Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...