,

Pelaku Pembunuhan di Aceh Selatan Kabur ke Malaysia

TAPAKTUAN – Tabir di balik kasus pembunuhan Hawiyah (22) warga Seuneubok Keranji, Kota Bahagia, Aceh Selatan mulai terkuak. Polisi mendeteksi mereka sudah kabur ke Malaysia. Keberadaannya di negeri jiran tersebut sering berpindah pindah sehingga sulit untuk ditangkap.

Hawiyah diketahui telah merenggang nyawa setelah mayatnya dalam kondisi telah membusuk ditemukan oleh warga di Gunung Genteng Mancang, Kecamatan Meukek pada Minggu 26 April 2015 lalu.
 
Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa, 11 Oktober 2016 mengungkapkan, identitas para pelaku diketahui oleh petugas sekitar beberapa bulan pasca kejadian pembunuhan sadis itu berlangsung, namun ketika keberadaan mereka dilacak oleh petugas, ternyata mereka sudah tidak ada lagi dalam wilayah Aceh Selatan.
 
“Kemungkinan besar, pasca kejadian itu mereka langsung melarikan diri keluar dari Aceh Selatan hingga sampai akhirnya kabur ke Malaysia. Meskipun demikian terhadap mereka sampai saat ini masih di masukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Selatan,” tegasnya.
 
Tidak hanya itu, pelaku pembunuhan yang telah melarikan diri juga terjadi dalam kasus yang telah merenggut nyawa seorang warga Desa Sigleng, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan bernama Zaini Arianto (55).
 
Pria yang bekerja sebagai kontraktor ini dibunuh oleh seseorang dengan cara dibacok atau ditebas dengan senjata tajam ke lehernya hingga mengakibatkan korban tewas di tempat dengan kondisi leher nyaris putus. Dia dibunuh dalam perjalanan dari rumahnya hendak menuju ke Tapaktuan menggunakan sepeda motor di kawasan Gunung Lhok Jamin (Tikungan Leter S) tepatnya di perbatasan antara Desa Sawah Tingkeum dengan Desa Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur, Rabu 27 Januari 2016 lalu.
 
Polres Aceh Selatan bekerjasama dengan Polsek Bakongan Timur yang langsung bergerak cepat memburu pelaku, sampai saat ini juga belum membuahkan hasil. Sebab meskipun pelaku pembunuhan tersebut telah teridentifikasi berinisial MZ (43) yang tak lain merupakan tetangga korban, tapi sejauh ini petugas kepolisian belum berhasil membekuknya karena diketahui telah melarikan diri.
 
“Sebelumnya ada informasi keberadaan pelaku tersebut di Kepulauan Batam, namun ketika dicek oleh petugas ternyata dia tidak ada di Batam. Meskipun demikian, pelaku yang telah dimasukkan ke dalam DPO ini, keberadaannya akan terus diburu oleh petugas sampai berhasil ditangkap,” tegasnya.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *