,

Pelabuhan Krueng Geukueh Ditengarai Dikuasai Pengusaha Tertentu

BANDA ACEH – Salah seorang pengusaha ekspor impor, Andi Firdhaus Lancök menilai Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara belum berjalan maksimal. Pelabuhan jalur transportasi antar negera tersebut masih dikuasai oleh pengusaha tertentu.

Menurut Direktur PT Exim Union ini, sejak diresmikan September 2014 pelabuhan itu hanya dilayari sebuah kapal kayu dengan pengusaha tertentu. Sementara, kegiatan ekspor impor mestinya harus menggunakan kapal besi atau peti kemas sehingga kegiatan berjalan maksimal.

Ironisnya, kata Andi Firdaus, Pemerintah Aceh Utara seperti mengabaikan keadaan yang terjadi di Pelabuhan Krueng Geukueh tersebut. Padahal, pelabuhan itu merupakan salah satu aser besar untuk meningkatkan Penghadilan Asli Daerah (PAD) di sana.

“Kami sudah beberapa kali audiensi dengan pihak Bea Cukai Aceh, Dewan Aceh Utara dan Pemerintah Aceh Utara, tetapi tak kunjung ada tindak lanjutnya. Pemerintah seperti sudah puas dengan satu kapal kayu tersebut,” katanya, Sabtu, 16 Januari 2016.

Dikatakan, kapal kayu yang beroperasi itu pun hanya diprioritaskan pada pengusaha tertentu. Barang-barang yang diimpor juga sebatas singgah di Pelabuhan Krueng Geukueh yang kemudian dibawa oleh pengusaha-pengusaha ke luar Aceh. Sehingga pelabuhan antar negara yang seharusnya memakmurkan masyarakat Aceh dan pengusaha lokal sama sekali tidak terjadi. “Pelabuhan itu seperti tempat singgahan saja,” ujarnya.

Andi Firdhaus mengakaui akan terus memperjuangkan persoalan Pelabuhan Krueng Geukueh ini sehingga dapat memakmurkan masyarakat Aceh dan pengusaha ekspor impor lokal. Dalam waktu dekat ini, ia akan beraudensi dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

Alasan Firdaus karena sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI Nomor 61/M-DAG/PER/2013 mengenai ketentuan impor produk tertentu di Pelabuhan Krueng Geukueh dengan harapan memberi manfaat bagi perekonomian Aceh melalui kegiatan ekspor impor.

Pelabuhan Krueng Geukueh masuk dalam jalur Maritime Connectivity Ranong-Phuket-Sabang-/Malahayati dan Krueng Geukuh-Penang/Port Klang. Kesepakatan tersebut merupakan posisi strategis pelabuhan Krueng Geukuh untuk jalur transportasi laut antar negara.[HD]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *