,

Pekerja Tambang Emas Ilegal Dibacok Teman Sendiri

TAPAKTUAN – Ermida pekerja tambang emas illegal di Gampong Mersak, Manggamat, Kluet Tengah Aceh Selatan, dibacok Siyong Avanza (40) temannya sendiri. Pembacokan bermula dari runtuhnya dinding lobang galian.

Akibat pembacokan tersebut, Ermida mengalami luka di bagian punggung dekat pinggang. Peristiwa itu terjadi Selasa malam, 16 Mei 2017 sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah membacok korban, Siyong Avanza langsung melarikan diri ke arah gunung Mersak. Hingga tadi malam warga bersama polisi masih mencari keberadaan pelaku.

Menurut keterangan warga, Rabu, 17 Mei 2017 pembacokan menggunakan senjata tajam tersebut dipicu permasalahan sengketa dua buah lubang pada tambang emas ilegal di kawasan Gunung Gampong Mersak, Menggamat.

Salah seorang saksi mata bernama Battalimus mengatakan antara korban bernama Ermida warga Gampong Paya Ateuk, Kecamatan Pasie Raja dengan pelaku bernama Siyong Avanza warga Gampong Pulo Ie, juga Kecamatan Pasie Raja merupakan sama-sama bekerja menggali lobang di lokasi penambangan emas tradisional ilegal di kawasan Gunung Gampong Mersak.

“Korban merupakan bagian pekerja dari kelompok lubang Ermi sedangkan pelaku bagian dari pekerja kelompok lubang si Jas. Lokasi lubang ke dua kelompok ini berdekatan,” kata Battalimus.

Pada Kamis, 11 Mei 2017 kedua kelompok penggali lubang tersebut secara kebetulan sedang menerobos lubang di dasar tanah sedalam lebih kurang puluhan meter dari permukaan dengan arah saling berlawanan.

Saat sedang saling menerobos untuk mengambil atau mengikuti jalur urat batu yang mengandung mineral emas itulah, mengakibatkan dinding yang membatasi kedua lubang dimaksud roboh atau runtuh, sehingga kedua lubang tersebut menjadi menyatu satu jalur dan kondisinya sudah terbuka lebar di dalam tanah.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah robohnya dinding lubang tersebut. Bahkan untuk menghindari adanya keributan di lapangan, insiden robohnya dinding lubang tersebut langsung diselesaikan melalui musyawarah. Kedua anggota kelompok tersebut sudah sepakat mencari solusi penyelesaian.

“Akhirnya disepakati kelompok Jas harus membayar uang pengganti kerugian sebesar Rp 40 juta kepada kelompok Ermi atau kelompok korban,” ungkapnya.

Namun sayangnya, kata dia, disaat masing-masing pekerja dari kedua kelompok sudah kembali bekerja seperti biasa, secara tiba-tiba pelaku bernama Siyong Avanza justru mendatangi lubang di samping tempat mereka bekerja hingga akhirnya membacok korban.

“Aksi itu dilakukan diduga disebabkan karena pelaku merasa belum bisa menerima hasil kesepakatan yang telah diputuskan bahwa mereka harus membayar uang penganti sebesar Rp 40 juta,” pungkasnya.

Setelah melihat korban mengalami luka serius dibagian punggung karena dibacok pelaku, para pekerja tambang langsung mengevakuasi korban ke pemukiman penduduk supaya segera mendapat penanganan medis. Sedangkan pelaku pembacokan tersebut langsung melarikan diri ke gunung.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *