,

Pejabat Dilarang Pakai Kendaraan Dinas Untuk Kepentingan Pribadi

TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH melarang para pejabat di negeri pala itu menggunakan kenderaan dinas untuk kepentingan pribadi.

Hal itu disampaikan usai melakukan tepung tawar (peusijuk) sejumlah kendaraan dinas hasil pengadaan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait sumber APBN, Pemerintah Aceh sumber APBA dan bersumber dari APBK Aceh Selatan, di halaman Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan, Sabtu, 30 April 2016.

“Kenderaan-kenderaan ini adalah milik pemerintah, bukan milik pribadi, maka oleh sebab itu saya minta kendaraan dinas tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi oknum pejabat tertentu, sebab peruntukannya khusus untuk memperlancar tugas-tugas kedinasan pemerintah,” tegas Sama Indra.

Sama Indra sendiri mengaku sengaja tidak menjual kenderaan-kenderaan miliknya yang sampai saat ini masih tersimpan di Pendopo. Hal itu dilakukan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu ada keluarga maupun kerabat dekat lainnya yang ingin meminjam kenderaan tidak perlu harus menggunakan kendaraan dinas milik pemerintah daerah. Demikian juga untuk keperluan pribadinya.

“Saya harapkan, sikap yang saya ambil tersebut dapat diikuti oleh para pejabat lainnya di Aceh Selatan. Kalaupun keperluannya sangat mendesak dapat meminjam kenderaan orang lain untuk keperluan yang bukan urusan pemerintahan,” pintanya.

Bupati Sama Indra menyatakan bahwa, dirinya tidak menginginkan masih ada kenderaan dinas milik pemerintah yang dipergunakan bukan pada tempatnya. “Jika masih ditemukan kasus serupa dilapangan, maka kami tidak segan-segan akan menyita kunci kendaraan dimaksud sekaligus menahannya untuk kepentingan proses lebih lanjut,” ancam Sama Indra.

Adapun sejumlah alat berat dan kendaraan operasional yang dipeusijuk (tepung tawar) tersebut masing-masing adalah, 1 unit Bulldozer, 2 unit truk angkut sampah bantuan Pemerintah Pusat, dan 1 unit mobil tinja bantuan Pemerintah Provinsi Aceh serta 4 unit becak angkut sampah bersumber dari APBK Aceh Selatan tahun anggaran 2016. Seluruh kenderaan dinas tersebut nilainya mencapai Rp 5 miliar lebih.

Selain itu, juga ada satu unit mobil bioskop keliling (Bioling) yang diserahkan oleh Menristek dan Dikti RI bersama anggota DPR RI Teuku Rifki Harsya, ketika berkunjung ke Aceh Selatan beberapa waktu lalu. Mobil bernilai Rp 900 juta lebih itu, dikelola oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Selatan.

Selanjutnya, 1 unit mobil jenis double cabin bantuan dari Kementerian Sosial untuk operasional kesiagaan penanganan bencana di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Selatan. Pada kesempatan itu, juga turut dipeusijuk 2 unit excavator (beko) milik PT. Payung Nusantara Indah.

Secara terpisah, Direktur Utama PT. Payung Nusantara Indah H. Ruslan BN mengatakan 2 unit excavator baru yang dibeli perusahaan yang dipimpinnya seharga Rp 2,5 miliar lebih itu, dapat bermanfaat bagi pembangunan Aceh Selatan.

“Excavator ini nantinya, dapat digunakan untuk penanganan yang sifatnya darurat, seperti banjir dan tanah longsor, pematangan lahan dan keperluan pembangunan daerah lainnya,” tutur Ruslan.

Sebab, kata pria yang akrap disapa bang Haji ini, daerah Aceh Selatan termasuk kabupaten yang rawan longsor dan setiap ada musibah sering kali penanganan terkesan terlambat, akibat terbatasnya alat berat yang dimiliki pemerintah. “Untuk itu, dengan adanya penambahan alat berat maka ke depan diharapkan penanganan bencana alam di Aceh Selatan dapat lebih maksimal,” pungkasnya.

Acara peusijuk serta doa bersama tersebut, dipimpin Tengku Abdul Jalil, Imam Chik Mesjid Lhok Aman, Kecamatan Meukek serta turut dihadiri sejumlah kepala SKPK dijajaran Setdakab Aceh Selatan. [HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *