,

Pasangan Gay Dihukum 82 Kali Cambuk

BANDA ACEH – Sepasang pelaku liwath (hubungan sesama jenis) dihukum cambuk 82 kali, sementara empat pasang pelaku ikhtilat dicambuk dari 20 hingga 29 kali. Eksekusi hukuman cambuk digelar di halaman Masjid Syuhada, Lamgugob, Banda Aceh, Selasa, 23 Mei 2017.

Pasangan gay yang dicambuk adalah MT (24) dan MH (20). Mereka divonis 85 kali cambukan oleh pengadilan, namun setelah dipotong masa tahanan setara 3 kali cambukan, maka masing-masing dieksekusi 82 kali cambuk.

Keduanya terbukti melanggar Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2017 tentang hukum jinayat, pasal 63 ayat 1 tentang liwath (hubungan sesama jenis). Karena banyaknya hukuman cambuk terhadap pasangan gay tersebut, MT dicambuk oleh tiga algojo secara bergantian, sedangkan MH dieksekusi cambuk oleh dua algojo.

Proses hukuman cambuk disaksikan seratusan warga. Mereka yang akan dicambuk didampingi jaksa dan tim medis untuk pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani hukuman.

Pada hari yang sama, delapan orang (4 pasangan) pelaku pelanggaran ikhtilat menjalani eksekusi hukuman cambuk di halaman Masjid As Syuhada, Lamgugob, Banda Aceh, Selasa, 23 Mei 2017. Hukuman bervariasi mulai 20 kali hingga 29 kali.

Ikhtilath merupakan pertemuan pria dan wanita yang bukan muhrim di suatu tempat secara campur baur dan terjadi interaksi antara keduanya. Delapan pelaku ikhtilat yang dicambuk adalah SI (24) dan WN (26) dieksekusi 23 kali cambuk, MS (23) dan VR (21) dicambuk 27 kali, HS (26) dan AG (20) 26 kali cambuk, serta MK (26) dan FR (29) sebanyak 29 kali cambuk.

Eksekusi cambuk dilakukan karena kedelapan mereka dinyatakan terbukti melanggar Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat pasal 25 ayat 1 tentang ikhtilat. Eksekusi hukuman cambuk berjalan lancar, namun eksekusi terhadap VR sempat ditunda karena faktor kesehatan. VR yang seharusnya dicambuk pada urutan keempat, kemudian dicambuk pada urutan terakhir.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *