Panwaslih Temukan Dua Caleg Berstatus Honorer

0
240

BLANGKEJEREN – Panwaslih Gayo Lues menemukan beberapa kasus pelanggaran yang bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan, termasuk adanya dugaan calon anggota legislatif (Caleg) yang berstatus sebagai tenaga honor di salah satu kantor pemerintah.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Panwaslih Gayo Lues, Ali Nurdin, Jumat, 1 Maret 2019 mengatakan, kasus itu sedang didalami pihaknya, satu kasus sedang dalam proses sidang pembuktian, dan satu kasus lagi sedang tahap pendalaman.

“Dalam peraturan sudah dijelaskan, bahwa yang mendapat penghasilan dari Anggaran Pemerintah baik melalui dana APBN dan APBD tidak boleh terlibat dalam politik, dan jika ingin maju sebagai Caleg, maka harus membuat pernyataan pengunduran diri paling lambat satu hari sebelum penetapan calon tetap,” katanya.

Jika kasus Caleg berstatus tenaga honor yang sedang ditangani pihaknya bisa dibuktikan, maka ancaman hukuman bagi pelanggar kata Ali Nurdin adalah pencoretan nama dari daftar calon tetap, tetapi jika tidak bisa dibuktikan, maka yang bersangkutan masih tetap sebagai Caleg.

“Untuk nama tenaga honor maupun partai politiknya tidak bisa kami sebutkan sebelum proses sidang selesai, dan jika nantinya terbukti, barulah kami umumkan,” katanya saat ditanya identitas tenaga honor berstatus Caleg tersebut.

Selain menangani kasus Caleg tenaga honor, Panwaslih Gayo Lues juga sudah menanggani lima kasus pelanggaran perusakan alat peraga, lantaran tidak terbukti, kasus tersebut dihentikan. Kemudian menangani tiga kasus pelanggaran administrasi, kasus ini belum diputuskan. Selanjutnya kasus keterlibatan ASN ada lima kasus yang kemungkinan akan ditembuskan ke KSN yang nantinya ditembuskan ke Bupati.

“Ada juga kasus kepala desa, mukim dan perangkat desa yang terlibat politik praktis yang kita tangani, seperti kepala dusun jadi pembawa acara dalam partai politik, bendahara desa memasang baliho caleg di rumahnya, menyediakan fasilitas, ini ancaman hukumnya diberhentikan dari jabatanya,” jelasnya.

Sementara kasus pelanggaran yang bersifat pidana, Panwaslih juga sedang mendalami pembagian pupuk di Kecamatan Blangjeranggo oleh caleg, pembagian pupuk itu diduga melanggar karena dalam ketentuan kampanye, caleg hanya bisa memberikan bahan kampanye kepada masyarakat Rp 60 ribu, itu pun seperti baju, topi dan yang lainya.

Kepada masyarakat Gayo Lues, Ali Nurdin berharap agar senantiasa memberikan informasi jika ada terjadi pelanggaran ke no WA 081361150225, dengan catatan, informasi pelanggaran itu bersifat akurat, dan yang melapor jelas identitasnya atau objektif.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here